Mentrans Bilang RI Ingin Belajar dari China Bangun Desa hingga Perbatasan

1 week ago 7
Jakarta -

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pemerintah terus berupaya mengentaskan kemiskinan hingga ke daerah-daerah pinggiran. Dia mengatakan Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan pembangunan secara merata.

Hal itu disampaikan Iftitah dalam acara China-Indonesia Promotional Event for The English Edition 'Xi Jinping: The Governance of China (Volume V)' di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

"Ada satu masalah yang membuat para pemimpin tetap terjaga di malam hari, yakni kemiskinan. Ini bukan sekadar soal ekonomi, tapi soal martabat," ujar Iftitah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan Indonesia belajar dari keberhasilan China dalam mengentaskan kemiskinan. Dia mengatakan RI ingin pembangunan menjangkau masyarakat di pinggiran.

"Indonesia ingin memahami secara mendalam bagaimana pembangunan bisa menjangkau masyarakat di pinggiran, bukan hanya di pusat," jelasnya.

Iftitah menilai pendekatan China dalam mengatasi kemiskinan menunjukkan kuatnya kemauan politik dan tata kelola yang berpusat pada manusia. Salah satu prinsip yang menjadi perhatian ialah memastikan tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal.

"Keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya diukur dari gedung tinggi di kota besar, tapi dari apakah desa-desa dan daerah perbatasan ikut merasakan kemakmuran," katanya.

Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto fokus pengentasan kemiskinan sudah terlihat nyata. Salah satunya terlihat dari penurunan angka kemiskinan ekstrem.

"Dari lebih dari 3,6 juta jiwa, kini turun menjadi sekitar 2,2 juta jiwa. Ini bukan sekadar angka, tapi menunjukkan kehidupan masyarakat yang semakin membaik," ujarnya.

Iftitah menyebut pemerintah mendorong berbagai program strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Salah satunya lewat program transmigrasi.

"Transmigrasi sekarang adalah tentang menciptakan pusat pertumbuhan baru. Kawasan transmigrasi kita dorong menjadi pusat produksi, inovasi, dan harapan," ujarnya.

Salah satu contoh konkret ialah pengembangan kawasan transmigrasi di Papua Selatan, termasuk kerja sama pendidikan vokasi dan riset pertanian untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan. Dia mengatakan pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Bukan sebagai amal, tapi sebagai keadilan. Bukan bantuan sementara, tapi transformasi struktural," ujarnya.

Lihat juga Video 'Mentrans Kirim 2.000 Peneliti Kembangkan Kawasan Transmigrasi':

(bel/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |