Mendes Yandri dan Menteri Malaysia Teken MoU Berisi 8 Poin untuk Majukan Desa

3 days ago 16

Jakarta -

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bersama Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia. MoU ini berisi kerja sama di bidang pengembangan pedesaan.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia, Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi, di kantor Kementerian Desa dan PDT, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

"Baru saja kami melakukan penandatanganan MoU untuk melakukan kerja sama antara kedua negara khususnya di bidang desa dan pedesaan," ujar Mendes Yandri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia,  Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi (Shonya/detikcom)Foto: Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia, Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi (Shonya/detikcom)

Yandri menjelaskan kerja sama ini dilakukan untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dia berharap MoU yang dilakukan dapat dirasakan masyarakat secara nyata.

"Maka kami kementerian desa untuk mewujudkan Asta Cita Keenam bapak presiden Prabowo yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan," ujarnya.

Dia mengatakan bentuk kerja sama yang dilakukan akan memberikan dampak positif terhadap Indonesia dan Malaysia. Dia menyebut RI dan Malaysia akan saling bertukar pengalaman dalam pembangunan desa.

"Jadi kami meyakini dengan adanya kerjasama ini Maka untuk merubah wajah desa Indonesia yang dikatakan 75 ribu Itu membuat ruang kami untuk bergerak itu lebih luas Karena kami akan tidak sungkan-sungkan juga untuk melakukan replikasi Apa yang sudah dilakukan oleh Malaysia terhadap desa-desanya Dan kami juga akan memberikan pengalaman kepada Malaysia," ujarnya.

Dalam penandatanganan kerja sama ini, terdapat delapan bidang kerja sama untuk pembangunan desa, yakni:

1. Peningkatan kapasitas pengelolaan desa.
2. Digitalisasi untuk kemajuan perdesaan
3. Pengembangan kewirausahaan perdesaan dan pengembangan usaha desa
4. Ekowisata dan Agrowisata
5. Pendidikan dan pelatihan vokasi dan teknis untuk pemuda desa
6. Pengentasan Kemiskinan
7. Program Desa Kembar
8. bidang kerja sama lain

Sementara itu, Timbalan Perdana Menteri Malaysia menyebut kerja sama ini menjadi ruang untuk saling belajar memajukan desa. Dia mengatakan jumlah desa di Indonesia jauh lebih banyak daripada Malaysia.

"Biarpun di Indonesia mempunyai 75.000 kampung atau pedesaan, di Malaysia cuma ada 15.750, tetapi Malaysia harus belajar dari Indonesia untuk memajukan daerah-daerah tertinggal karena komitmen dari pemerintah Indonesia ini luar biasa untuk membantu rakyat di pedesaan," ujar Zahid.

(haf/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |