Menbud Bahas Penguatan Kerja Sama Budaya Bersama Dubes RI untuk Kazakhstan

7 hours ago 5

Jakarta -

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memperkuat kerja sama budaya bersama Kazakhstan. Langkah itu jadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di panggung global.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat bertemu dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan Mochamad Fadjroel Rachman di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis antara lain rencana forum kultural dalam kunjungan Presiden Kassym-Jomart Tokayev ke Indonesia, kolaborasi dalam penguatan silat tradisi, kerja sama film dan pertunjukan, kerja sama museum, serta penguatan memorandum kerja sama di bidang kebudayaan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Fadjroel menyampaikan rencana kunjungan Presiden Kassym-Jomart Tokayev ke Indonesia yang direncanakan pada Juli mendatang. Kunjungan kenegaraan tersebut tengah dalam tahap koordinasi, termasuk pembahasan di tingkat Kementerian Luar Negeri kedua negara.

"Selain agenda forum politik dan forum bisnis, direncanakan pula penyelenggaraan forum kultural yang menampilkan pertunjukan seni kolaboratif Indonesia-Kazakhstan," jelas Fadjroel.

Dubes Fadjroel menambahkan bahwa Kazakhstan memiliki tradisi kuat dalam seni pertunjukan, termasuk menghadirkan nyanyian dalam momentum kunjungan kenegaran. Ia berharap agar forum budaya yang direncanakan turut melibatkan pemerintah daerah, guna menghadirkan pertunjukan seni yang representatif dan berkarakter.

Sementara itu, Fadli Zon menyambut antusias rencana kolaborasi bersama Kazakhstan, khususnya dalam bidang kebudayaan. Dia menegaskan bahwa kerja sama ini dapat menjadi etalase diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.

Fadli Zon juga menyampaikan kesiapan untuk mendukung forum kultural dengan memetakan lokasi pertunjukan berlangsung. Sebagai langkah konkret, kedua pihak juga membahas rencana penandatanganan memorandum kerja sama antar kementerian di bidang kebudayaan dalam kunjungan Presiden Tokayev.

"Kerja sama juga dipetakan dalam pengembangan pencak silat. Hal ini didasarkan pada pesatnya perkembangan silat di Kazakhstan sebagai cabang olahraga yang telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang di sejumlah kejuaraan dunia. Potensi ini diharapkan dapat diperluas tidak hanya pada aspek olahraga, tetapi juga pada dimensi seni dan tradisi," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).

Dia mengatakan pencak silat mengandung dua dimensi yaitu seni dan olahraga.

"Di kebudayaan, yang kita dorong adalah tradisinya, silat sebagai Intangible Cultural Heritage," tuturnya.

Ke depan, aset besar ini juga dapat dikembangkan dari sisi seni dan tradisi, salah satunya dengan mengirim praktisi pencak silat ke Kazakhstan.

Diskusi ini juga menyoroti kerja sama di bidang film. Fadli Zon mengatakan Fadjroel menyampaikan minat sutradara asal Kazakhstan untuk melakukan produksi film di beberapa titik di Indonesia. Selain itu, sejumlah film Indonesia bahkan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia dan diputar dalam kegiatan nonton bersama, termasuk karya-karya sineas Indonesia.

Dia menegaskan skema kerja sama perfilman yang dapat dilakukan melalui mekanisme ko-produksi dengan mitra di Indonesia. Dia juga mendorong partisipasi sineas Kazakhstan dalam JAFF Market dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival sebagai bagian dari penguatan ekosistem perfilman kedua negara.

Tak hanya film, Dubes Fadjroel membuka ruang kerja sama dalam hal museum serta mengusulkan dukungan bagi partisipasi Indonesia dalam ajang kompetisi menyanyi internasional 'Voice of Turan' yang diikuti sekitar 20 negara.

"Partisipasi ini dipandang strategis untuk memperkuat top of mind karakter budaya Indonesia di kawasan Asia Tengah," tutup Fadli Zon.

Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan terus berupaya untuk memperkuat diplomasi budaya sebagai jembatan hubungan bilateral Indonesia-Kazakhstan. Kolaborasi tersebut tidak hanya mendorong pertukaran budaya kedua negara, tetapi juga memperkuat ekosistem kreatif serta memperluas ruang promosi budaya yang berkelanjutan.

Sebagai informasi tambahan, turut hadir dalam pertemuan itu yakni Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar, dan Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti.

Simak juga Video 'Pesta Budaya Korea di Jakarta: Keseruan Perayaan Seollal 2026':

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |