Lestari Moerdijat Dorong Nilai-nilai Integritas Harus Ditanamkan Sejak Dini

5 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menilai upaya pencegahan korupsi di dunia pendidikan tidak cukup hanya dengan surat edaran dan pengawasan. Karakter anti-korupsi dan mengedepankan integritas harus ditanamkan sejak dini.

"Penanaman nilai-nilai integritas sejak dini merupakan fondasi utama pembangunan karakter anak bangsa yang merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi," kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6/2026).

Penerbitan Surat Edaran (SE) KPK Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) mendapat apresiasi oleh sejumlah pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui Lestari, surat edaran tersebut memang menjadi langkah penting. Isinya melarang praktik pungli, siswa titipan, rekayasa domisili, dan gratifikasi. KPK juga mengingatkan bahwa praktik kecurangan di SPMB bisa mengikis nilai-nilai pendidikan.

Namun, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, langkah tersebut dinilai tidak cukup. Pencegahan korupsi di dunia pendidikan harus dibangun dari akar, yakni dengan menanamkan integritas sebagai karakter dasar anak bangsa sejak usia dini.

"Data KPK menunjukkan tantangan yang cukup berat. Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 mencatat indeks integritas sektor pendidikan hanya 69,50 dari skala 100. Capaian itu berarti sistem integritas baru mulai terbentuk, namun belum menjadi budaya yang konsisten," papar Rerie.

Catatan dari lembaga yang sama mengungkapkan, 28% sekolah masih memungut biaya ilegal dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Selain itu, 23% sekolah menutup mata terhadap kecurangan dalam proses sertifikasi dan akreditasi.

Di tingkat orang tua, 65% responden masih menganggap wajar memberikan hadiah kepada guru pada momen tertentu, sementara itu 30% tenaga pendidik menganggap gratifikasi sebagai hal yang biasa.

Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat bahwa sejak dari lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan, wajib menanamkan nilai-nilai integritas dalam proses tumbuh kembang dan belajar mengajar.

Tanpa integritas, tegas Rerie, sistem pola asuh dan pendidikan hanya akan melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik namun rapuh secara moral.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengingatkan, implementasi pendidikan antikorupsi harus berlangsung secara substantif, tidak sekadar seremonial.

"Dengan fondasi integritas yang kuat sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan menolak segala bentuk kecurangan," pungkasnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |