Pria berinisial R yang merupakan tukang cilok menjadi korban pembunuhan di Desa Pasir Gadung, Cikupa, Tangerang, Banten. Polisi sudah menangkap dua orang pelaku berinisial BT (41) dan MS (17) yang merupakan ayah dan anak.
Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi TKP penemuan mayat pada Selasa (2/6) petang. Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bekas darah di lantai.
"Kami melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini," kata Indra Waspada, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra menerangkan korban terindikasi meninggal akibat pembunuhan. Karena itu, petugas polisi memeriksa saksi dan barang bukti, termasuk menyisir sekitar lokasi kejadian untuk mencari petunjuk.
"Terkait korban, kami masih menunggu hasil autopsi," ujarnya.
Indra Waspada juga menerangkan korban baru sekitar 10 hari tinggal di kontrakan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, korban diketahui tinggal berdua bersama rekannya.
8 Luka Senjata Tajam
Korban sendiri baru 10 hari tinggal di kontrakan tersebut bersama rekannya. Polisi menemukan delapan luka akibat senjata tajam di tubuh korban tersebut.
"Hasil sementara pemeriksaan luar terhadap jenazah ditemukan delapan luka akibat kekerasan senjata tajam," kata Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sandro Tri Bahara, Rabu (3/6).
Polisi masih memastikan penyebab kematian korban. Jenazah korban masih menjalani proses autopsi.
"Untuk memastikan penyebab kematian serta karakteristik luka secara lebih rinci, masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan," katanya.
Pelaku Ayah dan Anak
Polisi bergerak menangkap terduga pembunuh pedagang cilok di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Kedua orang yang ditangkap berinsial BT (41) dan MS (17).
"Dalam waktu terbilang cepat, kasus meninggalnya seorang pria di kontrakan Cikupa dapat terungkap. Dua terduga pelaku sudah kami amankan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Sabtu (6/6).
Polisi mengatakan keduanya merupakan ayah dan anak. Sebelum menghabisi nyawa P, pelaku MS yang juga merupakan pedagang cilok bercerita kepada ayahnya bahwa kerap diintimidasi dan sering dimintai uang oleh korban.
Kanit Reserse Kriminal Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah, mengatakan atas dasar cerita tersebut para pelaku langsung mendatangi lokasi kontrakan korban dan menghabisi nyawanya dengan menggunakan senjata tajam (sajam).
"Bercerita kepada bapaknya karena sering dimintai uang dan diancam, itu menurut keterangan pelaku," kata Syaiful dilansir Antara.
"Ya, berdua," ucap Syaiful. Dia menjelaskan pelaku ayah dan anak ini bersama-sama membunuh korban.
Kedua pelaku berhasil ditangkap di Terminal Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Jumat (5/6). Keduanya diketahui akan melarikan diri ke daerah Salatiga, Jawa Tengah.
Motif Pembunuhan
Polisi mengungkap motif pembunuhan terhadap pedagang cilok yang jasadnya ditemukan di kontrakan daerah Cikupa, Kabupaten Tangerang. Pelaku berinisial MS (17) yang juga pedagang cilok mengaku dendam karena diperas dan diancam korban.
"Korban dan pelaku adalah teman 1 profesi jualan cilok. Korban kerap meminjam uang kepada pelaku dan mengancam apabila tidak diberikan," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat dihubungi detikcom, Minggu (7/6).
Kombes Andi mengatakan korban merasa senior dalam profesinya karena MS baru beberapa hari bekerja dan bergabung di kontrakan tersebut.
"Karena korban merasa senior dalam profesi tersebut dan pelaku baru beberapa hari kerja dan bergabung di kontrakan tersebut," tuturnya.
Dia mengatakan pelaku kerap meminjami uang. Korban kerap mengancam apabila tidak dituruti pelaku.
"Di atas adalah keterangan dari pelaku karena sering diminta pinjam uang dan diancam oleh korban apabila tidak menuruti keinginan korban," tutupnya.
(wnv/fas)

















































