Legislator Golkar di Rapat RUU Reforma Agraria: BRAN atau Gibran Pak?

2 days ago 3

Jakarta -

Anggota Baleg DPR dari Fraksi Golkar Ahmad Irawan sempat berceletuk soal nama Gibran saat rapat membahas RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria. Celetukan itu disampaikan saat Irawan memberikan pandangan mengenai nomenklatur badan yang nantinya mengurus pengaturan reforma agraria.

Adapun Baleg DPR dan pemerintah menggelar rapat kerja di ruang Baleg DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Baleg DPR dan pemerintah sempat berdebat perihal nomenklatur badan yang akan mengurus pengaturan reforma agraria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baleg meminta nomenklatur badan tersebut dicantumkan dalam undang-undang. Sedangkan pemerintah mengusulkan agar pengaturannya dilakukan melalui peraturan presiden (perpres).

Irawan kemudian diberi kesempatan menyampaikan pandangannya. Dia awalnya mengatakan perdebatan mengenai nomenklatur tersebut sebenarnya telah dibahas dan disepakati dalam rapat Kamis (17/9) kemarin.

"Eh, mohon izin, Pak. Satu yang prinsip yang saya pahami dari perkembangan pembahasan kita, ini sudah kita sepakati, itu satu hal. Kemarin kita membahasnya lama," ucap Irawan.

Namun Irawan memahami bahwa pembentukan lembaga negara melalui keputusan presiden (keppres), perpres, peraturan pemerintah (PP), maupun undang-undang dapat memengaruhi kinerja lembaga tersebut.

"Nah, itu semua gradasi. Kelembagaan itu akan memengaruhi kinerjanya ke depan, Pak. Apalagi ini akan berhadapan dengan kementerian-kementerian yang tanda kutip kementerian yang punya wewenang yang sangat besar, seperti Agraria, seperti Kementerian Kehutanan, dan lain-lain sebagainya, termasuk juga Kementerian Keuangan," jelas dia.

"Nah, oleh karena itu, kita kemarin mengambil satu jalan tengah, Pak. Bahwa sebenarnya itu lebih kepada urusannya sebenarnya kita telah cantumkan kemarin itu, yang kita sebut dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya kita sudah cantumkan dan menyepakati. Artinya apa, bahwa ini sebenarnya pilihan-pilihan kita saja, Pak, antara Presiden dan DPR," lanjut dia.

Menurutnya, hal terpenting ialah memastikan kewenangan badan tersebut. Dia kemudian melontarkan celetukan terkait nama badan tersebut.

"Kalau, kalau kemudian, kalau memang itu hanya persoalan nama, ini kan BRAN. BRAN atau Gibran, Pak?" ucap Irawan.

Ketua Baleg DPR Bob Hasan lalu menimpali. Dia mempersilakan Irawan menentukan nama badan itu BRAN atau Gibran

"Hah? BRAN atau Gibran?" tanya Bob.

"Tergantung Pak Irawan, setuju yang mana?" lanjut Bob.

Irawan lalu melanjutkan pemaparannya. Menurutnya, nomenklatur bukan persoalan signifikan.

"Menurut saya, kalau memang hanya persoalan nama, bukan persoalan yang signifikan kaitannya tugas, fungsi, kewenangan, dan diletakkan di mana kelembagaan ini di bawah Presiden dan bertanggung jawab Presiden, saya kira itu sesuatu yang bisa dibicarakan Pimpinan, bukan sesuatu yang signifikan yang kita harus perdebatkan sangat jauh. Artinya, lebih baik kita lanjut ke hal-hal lainnya," tutur Irawan.

(amw/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |