KSP: 71 Ribu Sekolah Akan Direvitalisasi, Ada Anggaran dari Sitaan Koruptor

2 hours ago 4

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyebut 71 ribu sekolah akan direvitalisasi pada tahun ini. Dia mengatakan anggaran yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto berasal dari efisiensi hingga hasil sitaan koruptor.

Hal tersebut disampaikan Dudung saat meninjau sekolah hasil revitalisasi SMP Muhammadiyah 16, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). Saat ini, kata Dudung, anggaran yang sudah siap diperuntukkan buat revitalisasi 11 ribu sekolah.

"Nanti ke depan sekarang ini tahun 2026 ini sudah 71 ribu sekolah yang akan dibangun. Dan baru 11 ribu sekolah anggarannya ada yang sudah siap, dan yang sisanya berarti nanti akan di-ABT-kan (anggaran belanja tambahan). Dan ini insyaallah mudah-mudahan, dan ini anggaran tuh anggaran dari Bapak Presiden dari efisiensi, kemudian dari sitaan-sitaan orang koruptor-koruptor yang akhirnya bermanfaat untuk anak-anak kelas, anak-anak sekolah kita," ujar Dudung kepada wartawan usai meninjau lokasi.

Dudung juga menyampaikan 9.000 madrasah akan direvitalisasi tahun ini. Dia mengatakan ada 2.120 madrasah yang telah direvitalisasi pada 2025.

"Dan ini untuk madrasah, ini tahun 2025 ini direvitalisasi 2.120 tahun 2025. Dan 2026, 9.000 yang akan direvitalisasi," jelasnya.

Dudung mengungkapkan keinginan Prabowo agar para siswa belajar di kelas yang nyaman. Prabowo juga disebutnya ingin sekolah-sekolah memiliki toilet yang bagus.

"Jadi Bapak Presiden Prabowo ingin anak-anak Indonesia ini belajar di ruang kelas yang aman, yang nyaman. Ini ber-AC, coba bayangkan. Tidak ada sekolah lagi yang bocor, kemudian sanitasinya juga saya lihat WC-nya ya, toiletnya juga sangat bagus," katanya.

Dudung memastikan revitalisasi sekolah akan berlangsung secara transparan. Dia menyebut sejumlah lembaga terkait akan mengaudit pembangunan.

"Ya akan ada pengecekan (transparansi dana), kita pun langsung pengecekan juga. Jadi kita audit secara total juga baik dari Muhammadiyah ada, dari kementerian ada, dari BPKP juga ada," katanya. (fca/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |