Komisi VII DPR Minta Bali Diutamakan Waste to Energy: Tumpukan Sampah Tinggi

14 hours ago 3

Jakarta -

Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay menyoroti persoalan sampah di Bali yang sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto. Saleh Mengaku pernah melihat tumpukan sampah di Bali yang membuat pemerintah resah.

"Waktu di Bali, saya sudah pernah lihat sampah yang dimaksud. Tumpukannya menjulang tinggi. Sepertinya itu sudah ada sejak lama. Pasti sudah meresahkan banyak pihak. Terutama pemerintah," kata Saleh kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saleh menyinggung program pemerintah untuk mengolah limbah sampah menjadi energi atau waste to energy. Dia mendorong Bali menjadi salah satu provinsi yang diprioritaskan dalam program tersebut.

"Dalam konteks perang melawan sampah, saya dengar pemerintah sudah memiliki program waste to energy. Tahun ini, akan dibangun di 34 kota. Beriringan dengan program ini, Bali sudah sepatutnya dijadikan sebagai salah satu yang perlu diutamakan untuk didahulukan," ucapnya.

Menurutnya baik pemerintah pusat dan daerah harus berdiskusi dan memiliki rencana bersama untuk mengatasi persoalan sampah di Bali. Dia meminta persoalan sampah untuk tidak ditunda-tunda.

"Kemenpar dan Pemprov Bali perlu duduk bersama. Harus ada rencana bersama agar diutamakan dan diprioritaskan. Saya yakin, Prabowo akan menyetujui hal tersebut. Dalam waktu panjang, Kemenpar dan Pemrov Bali juga sudah harus ikut dalam program pemerintah lainnya. Saya dengar ada juga Gerakan Indonesia Asri, Optimalisasi Bank Sampah dan TPS3R, dan Rumah Maggot (pakai larva)," jelasnya.

"Sampah itu memang tidak baik. Tidak ada alasan untuk berdiam diri. Apa yang bisa dikerjakan sekarang, jangan tunggu sampai esok lusa," lanjutnya.

Waketum PAN ini mengatakan, Komisi VII DPR akan mengawasi dan berpartisipasi jika diperlukan regulasi khusus untuk program sampah. Menurutnya kebersihan bisa membuat suatu negara menjadi maju.

"Suatu negara dikatakan maju jika negara itu bersih. Hanya di tempat bersih orang akan tenang dan nyaman untuk hidup dan tinggal. Karena itu tidak salah bila disebut bahwa kebersihan adalah ciri utama negara maju," imbuhnya.

Sebelumnya, Prabowo menyoroti masalah sampah di Bali. Dia mengatakan bagaimana turis mau datang ke Bali, jika Bali kotor.

Prabowo awalnya mengatakan pariwisata merupakan salah satu bidang yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan mudah untuk pengembangannya. Namun, menurut dia, pariwisata di Indonesia menghadapi masalah sampah.

"Indonesia indah, dia mau datang, lihat kumuh. Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor," ucap Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dia mengungkit keluhan tokoh luar negeri terhadap kondisi Bali. Dia mengatakan mereka menyebut Bali kotor.

"Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di mana pun dia nggak basa-basi. Dia bilang 'Your excellency, I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice'. Ah saya, tapi saya terima itu sebagai koreksi," ucap Prabowo.

Dia mengajak pemerintah daerah mengatasi masalah tersebut bersama-sama. Prabowo kemudian menunjukkan kondisi sampah di pantai yang ada di Bali pada Desember 2025.

"Ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?" ucapnya.

(dek/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |