Jakarta -
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan hingga Dubes RI untuk Lebanon, Dicky Komar, mengunjungi prajurit TNI yang terluka akibat adanya serangan ledakan. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Saint George, Beirut.
"Dalam kegiatan tersebut, Komandan PMPP TNI didampingi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon, Dicky Komar, DCO Seceast UNIFIL Kolonel Inf A. Juni Toa, serta Dirbinops PMPP TNI Kolonel Inf Untung Prayitno," kata National Information Office Pusat Informasi PBB di Indonesia Siska Widyawati dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).
Ia menyebut ada tiga prajurit TNI yang dirawat, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto. Kunjugan tersebut diharapkan dapat memberi dukungan moral dan komitmen negara terhadap keselamatan prajurit di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehadiran tersebut menegaskan komitmen negara khususnya Pimpinan TNI untuk senantiasa hadir dan memberikan perhatian kepada prajurit yang bertugas di wilayah misi," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Mayjen TNI Iwan, berkomitmen negara akan memberikan perlindungan maksimal bagi setiap prajuritnya. Pihaknya menegaskan prinsip memelihara perdamaian dunia juga terus digencarkan.
"Komandan PMPP TNI Iwan mengatakan Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada seluruh personel serta berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda" kata Siska.
Diketahui, Sebanyak tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali terluka akibat serangan ledakan. Dua di antaranya mengalami luka parah.
"Sebuah ledakan di dalam fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius," kata Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026).
Kandice menyebut dua prajurit tersebut sudah dievakuasi ke rumah sakit akibat ledakan yang terjadi pada Jumat (3/4) sore itu. Namun ledakan belum diketahui dari mana asalnya.
"Saat ini mereka sedang dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," katanya.
"Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya," tambahnya.
(dwr/gbr)


















































