Bikin Resah Warga, Baliho 'Aku Harus Mati' Diturunkan Satpol PP DKI

9 hours ago 3

Jakarta -

Ramai di media sosial papan baliho atau bilboard promosi film bertulisan 'Aku Harus Mati' yang dianggap membuat tidak nyaman. Papan reklame yang tersebar di sejumlah titik Jakarta itu kini diturunkan Satpol PP DKI.

Dalam unggahan viral yang dilihat detikcom, Minggu (5/4/2026), papan reklame itu bertulisan 'Aku Harus Mati' dengan latar belakang makhluk berwarna biru bermata merah. Konten tersebut menuai keluhan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan biro reklame yang menayangkan iklan tersebut. Hasilnya, billboard film tersebut diturunkan.

"Sudah, sudah, iya. Jadi kita sudah koordinasi sama biro reklamenya untuk segera menurunkan. Betul, betul (yang menurunkan bilboard pihak biro)," kata Satriadi ketika dihubungi, Minggu (5/4/2026).

Sejauh ini ada tiga papan reklame yang diturunkan. Satu diturunkan kemarin, Sabtu (4/4), dan dua lagi pada hari ini, Minggu (5/4).

Penurunan iklan tersebut juga mempertimbangkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Konten papan reklame yang diturunkan ada di lokasi Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

"Ada yang kemarin (diturunkan), ada yang hari ini. Kemarin satu, hari ini dua," sebutnya.

Satriadi menjelaskan sejauh ini baru tiga billboard terkait yang diturunkan di Jakarta. Jika ada informasi billboard yang berisi iklan film tersebut tersebut di lokasi lain akan diambil tindakan serupa.

"Saat ini baru ada tiga ya yang kita turunkan. Kalau memang ada informasi lagi kita akan lakukan penurunan," katanya.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menegaskan langkah ini bentuk kehadiran pemerintah menjaga kenyamanan warga di ruang publik.

"Total ada tiga lokasi yang sudah kami tertibkan, yaitu dua lokasi berbentuk banner dan satu lokasi videotron. Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau situasi di lapangan dan memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Kami juga terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan penanganan di titik-titik lainnya," katanya.

Yustinus menambahkan ruang publik harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk anak-anak. Karena itu, setiap materi komunikasi di ruang publik perlu memperhatikan aspek kepatutan dan dampak psikologis bagi masyarakat luas.

Lihat juga Video: Bawaslu Minta Baliho SBY di Jaksel Segera Diturunkan

(ial/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |