Kemlu RI Ungkap Negosiasi Deklarasi BRICS Alot: Begadang Sampai Pagi

3 days ago 4
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap proses negosiasi Deklarasi BRICS di New Delhi, India, berjalan alot. Dalam agenda tersebut, pemerintah Indonesia mengusulkan sejumlah poin, mulai Bandung Spirit hingga persoalan Palestina.

Staf Khusus Menteri Luar Negeri Tri Tharyat menuturkan proses penyusunan deklarasi berlangsung dalam 10 putaran. Dalam agenda tersebut, para delegasi dari berbagai negara melakukan perundingan hingga dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan persiapan deklarasi para pemimpin BRICS New Delhi ini memakan waktu sangat lama, 10 putaran ya. Kita begadang-begadang, sempat sampai jam 5.30 pagi, yang hari terakhir sampai 2.30 pagi, tapi belum disepakati semua sampai setengah jam sebelum pembukaan KTT, ya. Jadi itu situasi yang dihadapi," kata Tri dalam jumpa pers di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Tri menjelaskan, alotnya perundingan Deklarasi BRICS disebabkan oleh sejumlah dinamika antarnegara anggota BRICS. Ia mencontohkan hubungan Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) yang saat ini sedang berselisih.

"Seperti kita ketahui bersama, teman-teman, dua anggota keluarga kita di BRICS ini sedang berselisih ya, yaitu Iran dan UEA. Dan tentunya ini sekali lagi memberikan warna dan dinamika dalam perundingan di BRICS," jelasnya.

Tri melanjutkan naskah deklarasi akhirnya disepakati dengan memuat 140 paragraf. Ia menyebutkan masukan dari Indonesia tecermin di dalamnya.

"Ada beberapa masukan Indonesia yang direfleksikan di dalam deklarasi ya. Pertama, untuk kali pertama bahwa Konferensi Bandung dan Bandung Spirit tecermin di dalam Deklarasi BRICS," katanya.

"Lalu yang kedua, kita dorong kerja sama negara BRICS dalam bidang penanganan mineral kritis, lalu juga kerja sama dalam sustainable vegetable oils ya, energi terbarukan," imbuhnya.

Selain itu, Indonesia mengusulkan isu kemerdekaan Palestina. Tri menegaskan hal ini harus menjadi perhatian (concern) yang serius.

"Kemudian juga kita masukkan satu perhatian yang sangat serius terhadap perluasan secara ilegal wilayah di Palestina, dan juga yang kita dorong serta disepakati oleh negara anggota lain adalah diberikan akses secara penuh bagi saudara-saudara kita di Palestina dalam menjalankan kewajiban beragama," ungkap Tri.

Tonton juga video "Hasil Pertemuan di Yordania: Sebar Kejahatan Israel Lewat Media!"

(tsy/isa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |