Jakarta -
BMKG memprediksi musim kemarau di Indonesia tahun 2026 akan datang lebih awal. BMKG mengingatkan para kepala daerah dalam mengantisipasi potensi terjadinya penurunan kualitas udara hingga kebakaran hutan.
"Sektor lingkungan perlu menyiapkan mekanisme respons cepat oleh pemerintah daerah untuk antisipasi kemungkinan penurunan kualitas udara. Yang terakhir untuk sektor kehutanan dan kebencanaan kita perlu kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau yang akan datang," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam jumpa pers BMKG secara daring, Rabu (4/3/2026).
Ardhasena mengatakan musim kemarau di Indonesia diprediksi akan maju lebih awal. Musim kemarau mulai terjadi sejak bulan April mendatang. Total ada 46,5 persen atau 320 zona musim hujan yang akan mengalami musim kemarau lebih cepat tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG menjelaskan, sejumlah daerah yang akan mengalami musim kemarau lebih cepat mulai Aceh, DKI Jakarta, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau dan Kepulauan Riau, Bengkulu bagian utara dan selatan, serta sebagian besar Jambi.
Sebagian besar Jawa Barat, Jawa Tengah bagian barat dan utara, serta sebagian DIY dan Jawa Timur mengalami hal serupa. BMKG juga memprediksi sebagian wilayah Bali, NTB dan NTT, Kalimantan bagian selatan, Kalimantan bagian utara dan tengah, sebagian besar Sulawesi, hingga Maluku bagian utara dan selatan, serta sebagian Papua Pegunungan juga akan mengalami musim kemarau yang lebih cepat.
"Awal musim kemarau pada tahun 2026 diprediksi maju atau lebih awal jIka dibandingkan dengan kondisi normalnya. Curah hujan yang turun selama periode kemarau 2026 diprediksi umumnya di bawah normal atau lebih kering. Periode puncak musim kemarau diprediksi sebagian besar terjadi pada bulan Agustus 2026," katanya.
BMKG juga memperingatkan bahaya El Nino di Indonesia pada 2026. Pemantauan BMKG menunjukkan fenomena La Nina telah berakhi pada Februari 2026. BMKG menyebut El Nino diprediksi akan datang ke Indonesia pada pertengahan tahun ini.
"Mulai pertengahan tahun 2026, saat ini prediksi kami menyatakan terdapat peluang 50 hingga 60 persen terjadi El Nino dengan kategori lemah hingga moderat," pungkas Ardhasena.
(ygs/dhn)

















































