Jakarta -
Kejaksaan Agung (Kejagung) merespons terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat berada di zona merah, hari ini ditutup zona hijau. Kejagung memastikan kejadian yang menyangkut kepentingan umum akan dipantau, termasuk IHSG.
"Kalau penyidik. Jadi gini, kita Kejaksaan juga tetap memantau ya atau memonitor adanya kejadian-kejadian. Seperti salah satunya adalah kejatuhan atau anjloknya IHSG secara mendadak dalam waktu satu-dua hari itu," kata Dirdik Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi kepada wartawan di Kejagung, Jumat (30/1/2026).
Syarief memastikan Kejagung tetap memantau kejadian tersebut. Dia menegaskan apapun yang bersangkutan dengan kepentingan umum, pasti dipantau Kejagung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tetep dalam pantauan kami ya, semua kami kita telaah. Pokoknya semua yang bersangkutan dengan kepentingan masyarakat umum, itu pasti kita pantau," ucapnya.
Dia mengungkap terkait apakah adanya kemungkinan unsur pidana terkait IHSG yang merosot dua hari. Menurutnya, setiap peristiwa yang berkaitan masyarakat umum akan dalam pemantauan penyidik Kejagung.
"Jadi Kejaksaan itu tetap memonitor, bukan cuman itu saja ya, banyak semuanya. Makanya kita masuk di kelapa sawit, masuk di CPO, masuk di timah. Itu adalah untuk kepentingan masyarakat ya, masyarakat besar. Nah, semua yang masuk ke kepentingan masyarakat itu, kepentingan umum itu, masuk dalam monitor kita, termasuk yang IHSG," imbuhnya.
Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir, IHSG melemah 6,94%, lalu melemah 3,67% dalam sebulan terakhir, dan menguat 11,52% dalam 6 bulan. IHSG terpantau melemah 3,67% year-to-date, tapi masih naik 19,27% dalam satu tahun terakhir.
Sebagai informasi, pasar modal Indonesia hari ini dihebohkan kabar mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. Dia mengatakan pengunduran diri ini sebagai tanggungjawab terhadap pasar modal usai IHSG runtuh dua hari terakhir.
"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," kata Iman di gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
(dvp/fas)

















































