Jakarta -
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi mengimbau warga negara Indonesia (WNI) agar tak mengunggah atau menyebar foto insiden serangan Iran di Uni Emirat Arab (UEA). WNI diminta bijak dalam menggunakan media sosial sehingga tak memicu kepanikan.
"Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi menyampaikan informasi kepada warga negara Indonesia (WNI) di Persatuan Emirat Arab (PEA) terkait imbauan resmi Jaksa Agung PEA Dr Hamad Saif Al Shamsi yang melarang pengambilan, publikasi, atau penyebaran foto dan video di lokasi insiden, termasuk yang merekam kerusakan akibat jatuhnya proyektil atau serpihan," tulis KBRI Abu Dhabi di akun Instagramnya, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebaran materi tersebut dapat menimbulkan kepanikan publik. Penyebaran itu juga belum tentu informasi yang akurat.
WNI diimbau tidak menyebarkan foto atau video terkait insiden. Sebab, tindakan ini juga bisa dianggap pelanggaran hukum.
"KBRI Abu Dhabi mengimbau WNI tidak mengambil maupun menyebarkan foto, video, atau informasi yang belum diverifikasi terkait suatu insiden karena dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum apabila menimbulkan kepanikan publik, penyebaran berita palsu, atau mengganggu ketertiban umum," katanya.
KBRI juga mengimbau agar WNI mengutamakan keselamatan dirinya. Informasi bisa didapat melalui kanal resmi.
"WNI juga diimbau untuk mengutamakan keselamatan, tidak mendekati objek mencurigakan, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat. Apabila memperoleh informasi terkait suatu insiden, masyarakat diharapkan menyampaikannya melalui kanal resmi atau otoritas terkait untuk proses verifikasi," ujarnya.
Saat ini, KBRI Abu Dhabi terus memantau perkembangan situasi. KBRI berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan WNI di UEA memperoleh informasi yang akurat dari sumber resmi.
Sebelumnya, sebanyak empat orang terdiri dari warga negara Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, telah tewas di Uni Emirat Arab sejak serangan AS-Israel terhadap Iran yang memicu serangan balik oleh Iran terhadap negara-negara tetangganya. Tercatat UEA telah menjadi sasaran ratusan rudal balistik dari Iran.
"Sejak dimulainya agresi Iran yang berani, UEA telah menjadi sasaran 238 rudal balistik, 1.422 drone, dan delapan rudal jelajah," kata pernyataan Kementerian Pertahanan UEA melalui X," dilansir Aljazeera, Minggu (8/3/2026).
UEA telah mendeteksi 17 rudal balistik dan 117 drone hari ini. Sementara itu, Kementerian Pertahanan menambahkan sebanyak 16 rudal dan 113 drone tersebut bisa dicegat, sementara satu rudal dan empat drone jatuh ke laut.
Lihat juga Video: BNPT Temukan 21 Ribu Konten Radikalisme-Terorisme Sepanjang 2025
(rdp/imk)

















































