Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, KONI Pusat Dukung Menpora Beri Sanksi

7 hours ago 7

Jakarta -

Upaya pencarian fakta oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan kepada atlet yang dilakukan oknum pelatih berinisial HB mendapat dukungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Dukungan kepada Menpora Erick Thohir dan jajarannya itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, dalam siaran persnya.

"Saya selaku Ketua Umum KONI Pusat, memberikan dukungan untuk Kemenpora dan FPTI dalam upaya pendalaman atas dugaan pelecehan seksual oleh salah satu pelatih," ucap Marciano, dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marciano berharap perilaku pelecehan seksual tidak pernah terjadi lagi dalam olahraga Indonesia. Pasalnya, hal tersebut mencederai nilai-nilai olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas serta menghargai satu sama lain dan taat pada aturan yang berlaku.

"Atlet, pelatih dan ofisial adalah Patriot Olahraga Indonesia yang harus dilindungi," sebut Marciano.

Karenanya, Marciano menyatakan harus ada sanksi tegas yang diberikan kepada pelaku apabila memang terbukti melakukan pelecehan seksual dan kekerasan.

"Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang. Prestasi yang telah dicapai dan membanggakan harus diimbangi dengan keteladanan sebagai pelatih, bukan tindakan tidak terpuji yang membuat para atlet, pelatih lain dan masyarakat olahraga kecewa," kata Marciano.

Sebelumnya, Menpora Erick Thohir menegaskan upayanya untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing.

Erick juga menggagas saluran pengaduan untuk atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual. Korban dapat mengirimkan laporan ke [email protected].

"Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi," pungkasnya.

Simak juga Video 'Penjual Es Dawet di Mojokerto Difitnah Lecehkan Siswi SD, Kini Trauma':

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |