Kapolda Sumsel Pastikan Pospam Jadi Pusat Solusi Pemudik

2 hours ago 3

Jakarta -

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Sandi Nugroho menegaskan fasilitas pengamanan di lapangan, seperti pos pengamanan, harus berfungsi optimal sebagai titik pelayanan publik yang aktif selama musim mudik Lebaran 2026. Ia menekankan bahwa setiap personel harus memiliki kepekaan tinggi dan tidak hanya terjebak pada rutinitas penjagaan.

"Pos Pengamanan (Pospam) bukan hanya untuk mengatur lalu lintas di depannya saja, tetapi juga memberikan layanan informasi publik. Jangan sampai Pospam hanya jadi pajangan atau simbol keberadaan petugas tanpa memberikan solusi bagi masyarakat," tegas Sandi saat memimpin langsung Analisa dan Evaluasi (Anev) Konsolidasi Operasi Ketupat Musi 2026 pada Rabu (18/3/2026).

Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat, ia menegaskan agar seluruh jajaran mengedepankan empati. Dia juga menekankan kepada jajaran untuk dapat memastikan kehadiran Polri memberikan dampak nyata bagi kenyamanan pemudik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arus lalu lintas di wilayah Sumsel, lanjut dia, menunjukkan peningkatan volume kendaraan. Dia mengatakan perlambatan kecepatan kendaraan karena padatnya lalin adalah hal biasa, namun dia mewanti-wanti jangan sampai kendaraan pemudik stagnan karena padatnya arus lalin.

"Macet waktu mudik itu hal yang biasa dan wajar. Tetapi ketika stuck sampai berjam-jam, itu yang harus kita antisipasi. Prinsipnya, tidak mungkin tidak macet, tetapi sepanjang roda mobil itu masih berputar, itu tandanya masih aman" ujar Sandi.

Untuk menjamin kelancaran tersebut, sebanyak 2.361 personel Polda Sumsel telah disiagakan dengan dukungan teknologi digital. Sandi menginstruksikan penggunaan drone dan overlay peta kerawanan untuk memantau titik-titik krusial secara presisi.

Kepolisian juga mengantisipasi pasar tumpah untuk mencegah kemacetan. Ia mengingatkan jajarannya agar tidak bersikap reaktif seperti 'pemadam kebakaran'.

"Harus hadir lebih awal di titik-titik rawan," kata Sandi.

Sandi mengingat pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini berdekatan dengan perayaan Hari Nyepi. "Kita harus mengedepankan empati bersama. Saya minta jajaran mengomunikasikan dengan baik agar saudara-saudara kita yang melaksanakan Hari Raya Nyepi dapat beribadah dengan tenang, dengan mengedepankan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekitar," terang Sandi.

Sandi menegaskan kepada jajarannya bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 yang berlangsung hingga 25 Maret harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dia mengaku akan terus memantau setiap perkembangan di lapangan, termasuk area blank spot komunikasi teratasi dengan sarana pendukung seperti internet satelit.

"Guna menjamin koordinasi pengamanan tetap solid hingga arus balik nanti," pungkas dia.

(aud/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |