Kapoksi PKB Minta Pertamina Jelaskan Cadangan BBM RI Dikabarkan 20 Hari

7 hours ago 3

Jakarta -

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyoroti kabar cadangan BBM Indonesia cukup sekitar 20 hari di tengah konflik Timur Tengah yang memanas imbas Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran. Rivqy meminta Pertamina memberikan penjelasan secara komprehensif supaya warga tak panik.

"Imbas dari pernyataan ini, di beberapa daerah justru menimbulkan kepanikan berlebih di masyarakat. Banyak SPBU mengalami antrean panjang dan masyarakat saling berebut BBM," kata Rivqy kepada wartawan, Sabtu (6/3/2026).

Rivqy menjelaskan bahwa sistem pencadangan BBM di Indonesia pada dasarnya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan Pertamina dalam menyediakan dana serta fasilitas penyimpanan. Ia menyebut pernyataan soal cadangan BBM di RI habis dalam jangka waktu tertentu tak bisa dimaknai secara sederhana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepemahaman saya, kapasitas pencadangan kita memang sangat bergantung pada kemampuan dana dan fasilitas untuk menyimpan. Jadi pernyataan tersebut tidak bisa dimaknai secara sederhana seolah cadangan BBM kita akan habis dalam waktu tertentu," jelasnya.

Ia menilai Pertamina sebagai operator utama distribusi energi nasional harus memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada masyarakat terkait ketersediaan BBM di Indonesia. Menurutnya hal ini penting supaya masyarakat tak khawatir sehingga menimbulkan panic buying.

"Saya berharap Pertamina juga ikut memberi penjelasan kepada masyarakat agar kepanikan ini tidak berkembang dan tidak menimbulkan konflik horizontal yang justru merugikan masyarakat luas," katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga di wilayah Aceh diketahui ramai-ramai membeli BBM dengan membawa jeriken. Antrean sampai mengular ke jalan.

Dilansir detikSumut, Jumat (6/3), video antrean warga Aceh Tengah viral di media sosial. Warga mendatangi SPBU dan Pertashop dengan membawa jeriken berbagai ukuran.

Tak hanya di SPBU, warga juga membeli BBM dalam jumlah banyak di pedagang eceran. Rata-rata masyarakat memasukkan minyak mereka ke dalam jeriken.

Selain di Aceh Tengah, antrean itu juga terjadi di lima SPBU Kota Banda Aceh. Bedanya, antrean dipenuhi kendaraan roda dua dan empat. Kendaraan mengantre hingga ke jalan raya sehingga arus lalu lintas sedikit mengalami kemacetan.

(dwr/ygs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |