Jakarta -
Jenazah Florencia Lolita Wibisono alias Olen (33), pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaruang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah diterbangkan ke Jakarta. Jenazah Olen akan disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara.
"Informasi yang kami dapatkan, jenazah korban dibawa ke rumah duka Grand Heaven, Pluit," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dimintai konfirmasi, Kamis (22/1/2026).
Jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka tersebut sebelum dimakamkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai lokasi pemakaman, Kombes Budi Hermanto mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut.
"(Lokasi pemakaman) masih simpang siur, nanti kami coba komunikasikan dengan keluarga," imbuhnya.
Jenazah Olen diterbangkan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Rabu (21/1) kemarin. Sebelumnya, Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga.
Penyerahan jenazah dilakukan di kantor Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, di hari yang sama. Keluarga didampingi pihak maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dalam proses penyerahan jenazah tersebut.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu hilang kontak dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar, pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat tersebut hilang kontak saat berada di Kabupaten Maros.
Pesawat tersebut diketahui jatuh di Gunung Bulusaruang, Kabupaten Pangkep. Minggu (18/1), puing-puing pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaruang.
Pesawat tersebut diawaki 7 orang dan tiga penumpang. Hingga saat ini sudah tiga korban yang ditemukan. Pencarian hari ini masih terus berlanjut.
(mea/dhn)


















































