Jakarta -
Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan pada Jumat dan Sabtu kemarin. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan hujan itu efek dari operasi modifikasi cuaca (OMC).
"Jadi selama 3 hari, 18-20 (September) itu ada program modifikasi cuaca oleh BMKG, yang pertama itu untuk wilayah DKI Jakarta. Kalau untuk yang satu lagi Jawa Barat itu basecamp di Husein Sastranegara, kalau di Jakarta itu basecamp di Pondok Cabe," kata Sekretaris Utama (Sestama) BMKG Guswanto kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guswanto mengatakan modifikasi cuaca dilakukan karena ada dinamika atmosfer kelvin yang sedang melintas di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Modifikasi cuaca ini berhasil menciptakan hujan di sejumlah wilayah.
"Karena pada saat yang sama juga ada dinamika atmosfer kelvin itu sedang melintas di wilayah kita," kata dia.
Guswanto mengatakan modifikasi cuaca di Jakarta menggunakan pembiayaan BPBD DKI Jakarta. Sementara untuk Jawa Barat menggunakan pembiayaan BUMN.
"Di Pondok Cabe ada 1 memanfaatkan pesawat Cessna Grand Caravan C208B yaitu pembiayaan dari BPBD DKI ya. Sedangkan wilayah Jawa Barat itu posko di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara Bandung itu mengoperasikan pesawat Casa 212-200 melalui pembiayaan Perum Jasa Tirta II," ujar dia.
Musim Hujan di Jakarta Diprediksi Pertengahan Oktober
Guswanto mengatakan awal musim hujan diprediksi terjadi pada pertengahan Oktober. Sementara puncaknya terjadi pada Januari-Februari 2027.
"Kalau kita lihat musim hujan sendiri secara gradual atau bertahap itu terjadi di pertengahan Oktober sampai akhir Oktober baru mulai nanti dan puncaknya kira-kira di Januari-Februari," ucap dia.
Diketahui pada Jumat (18/9) malam hujan mengguyur wilayah Depok dan Bogor. Sementara pada Sabtu (19/9) sore hujan sempat mengguyur wilayah Jaksel, Tangerang Selatan hingga Depok.
Simak juga Video: Jakarta Diguyur Hujan, Pramono Ungkap Telah Lakukan Modifikasi Cuaca
(lir/dhn)


















































