Ini Kriteria Versi Komisi I DPR untuk Isi Jabatan Wakil Komandan ISF

3 hours ago 6
Jakarta -

Anggota TNI akan menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Apa kriteria versi Komisi I DPR untuk sosok anggota TNI mengisi Wakil Komandan ISF?

"Terkait kualifikasi, Komisi I DPR RI menekankan bahwa prajurit yang ditugaskan harus memiliki pengalaman panjang dalam operasi multinasional, kemampuan diplomasi militer, serta integritas yang tinggi. Penempatan ini bukan sekadar soal pangkat, tetapi juga soal kapasitas kepemimpinan dan kemampuan membangun sinergi dengan berbagai kontingen negara lain," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono, kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).

Komisi I DPR memandang penugasan prajurit TNI dalam struktur International Stabilization Force di Gaza sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Selain itu, jabatan Wakil Komandan ISF dinilai strategis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kehadiran Indonesia di posisi strategis seperti Wakil Komandan ISF menunjukkan kepercayaan internasional terhadap profesionalisme dan rekam jejak TNI dalam misi perdamaian dunia," kata Dave.

Komisi I DPR, kata Dave, akan memastikan bahwa prajurit TNI yang ditugaskan memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standar internasional, sehingga dapat menjalankan amanah dengan baik dan tetap menjaga nama baik Indonesia di mata dunia.

"Adapun mengenai jabatan Wakil Komandan ISF, secara umum posisi tersebut memang diisi oleh perwira tinggi, tergantung struktur organisasi yang ditetapkan oleh Board of Peace," imbuhnya.

Menlu Sugiono sebelumnya menjawab pertanyaan soal sosok anggota TNI yang akan menjadi Wakil Komandan ISF dari Indonesia. Menurutnya, sampai saat ini belum ada orang yang diputuskan untuk mengisi posisi tersebut.

"Nanti akan didiskusikan dulu. Itu nanti ya dari TNI yang pilih," kata Sugiono, Sabtu (21/2).

Menurut Sugiono, akan ada tiga wakil komandan atau deputy commander ISF. Indonesia dipilih jadi Wakil Komandan Operasi karena mengirim 8.000 personel, yang menjadi salah satu yang terbanyak di ISF.

"Force commander itu dipegang oleh Amerika Serikat. Ada tiga deputy commander, salah satunya adalah deputy commander bidang operasi. Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka Deputi Komandan Operasi," katanya.

(rfs/dhn)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |