Harga Batu Bara Ambruk, Kebijakan Indonesia Jadi Sorotan Dunia

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara ambruk setelah melonjak tiga hari beruntun. Kebijakan Indonesia menjadi sorotan utama pasar batu bara dunia.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara kontrak Juni pada perdagangan Rabu (20/5/2026) ditutup di posisi US$ 137,45 per ton atau melemah 1,40%.

Pelemahan ini memutus tren positif harga batu bara yang sebelumnya menguat 4,4% dalam tiga hari beruntun.

Pasar batu bara dunia menyoroti kebijakan pemerintah Indonesia yang akan melakukan sentralisasi ekspor komoditas.

akan memiliki masa transisi tiga bulan dan pada tahap awal berlaku untuk batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy, dengan evaluasi pemerintah setiap tiga bulan untuk menentukan komoditas lain yang dapat ditambahkan, kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ekspor nantinya dilakukan melalui perusahaan perdagangan yang ditunjuk pemerintah dan diawasi oleh dana kekayaan negara Danantara Indonesia yang dibentuk pada era pemerintahan Prabowo.

Sebagai langkah tambahan, mulai 1 Juni seluruh eksportir sumber daya alam diwajibkan menyimpan 100% hasil ekspornya di bank milik negara, kata Airlangga, guna mendukung rupiah yang terus melemah.

Artikel tersebut membahas rencana pemerintah Indonesia untuk menyalurkan ekspor batu bara melalui perusahaan milik negara, yang dinilai dapat menambah ketidakpastian pasokan batu bara laut (seaborne coal supply) global.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianti akan membentuk BUMN khusus ekspor. Penjualan semua hasil Sumber Daya Alam Indonesia mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara dan besi fero alloy wajib dilakukan penjualannya melalui BUMN Khusus Ekspor.

"Harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal. Dalam artian setiap hasil ekpsor akan diteruskan BUMN yang ditunjuk pemerintah kepada pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut," jelas Prabowo dalam pidatonya di Gedung DPR, Rabu (20/5/2026).

Prabowo menyatakan, tujuan pembentukan BUMN Khusus Ekspor ini bisa dikatakan sebagai marketing facility, sehingga bisa memperkuat memperkuat pengawsasan dan monitoring dalam memberantas praktik kurang bayar under inovicing ,transfer pricing, hingga pelarian Devisa Hasil Ekspor.

"Kebijakan ini akan optimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengelolaan SDA kita, dengan kebijakan ini kita berharap bahwa penerimaan kita bisa seperti Meksiko, Filipina dan negara tetangga kita,"

Pasar batu bara global merespons hati-hati karena Indonesia adalah eksportir batu bara termal terbesar dunia. Pelaku pasar khawatir kebijakan baru dapat mengurangi fleksibilitas perdagangan, mengubah mekanisme harga, mengganggu kontrak ekspor, serta memperketat pasokan spot di pasar Asia.

Sebelumnya saja, rencana pemangkasan kuota produksi batu bara Indonesia pada 2026 sudah membuat sejumlah penambang menghentikan penjualan spot karena ketidakjelasan aturan. Hal itu menyebabkan likuiditas pasokan menipis dan meningkatkan kekhawatiran pembeli di Asia.

Negara-negara importir seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam dianggap paling rentan jika ekspor batu bara Indonesia terganggu, karena sangat bergantung pada pasokan Indonesia.

Sementara itu, China melaporkan meningkatnya aliran air ke Three Gorges Dam akibat hujan lebat di wilayah selatan dan tengah China, yang diperkirakan akan meningkatkan produksi listrik tenaga air (hydropower) dan mengurangi kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik.

Curah hujan tinggi di wilayah sepanjang Sungai Yangtze dan China bagian barat daya meningkatkan debit masuk ke Bendungan Three Gorges, pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia.

Kondisi ini memperbaiki prospek produksi listrik tenaga air China menjelang musim panas, ketika permintaan listrik biasanya melonjak karena penggunaan pendingin udara.

Peningkatan hydropower diperkirakan akan menekan permintaan batu bara termal, mengurangi pembakaran batu bara di pembangkit listrik, dan berpotensi melemahkan harga batu bara di pasar domestik maupun global.

Sebelumnya, kekeringan panjang pada 2022-2024 membuat produksi listrik tenaga air China turun tajam sehingga utilitas lebih bergantung pada pembangkit batu bara. Kini pola cuaca berbalik dengan hujan deras yang mengisi waduk-waduk utama.

Data industri menunjukkan pembangkit listrik tenaga air China sempat melonjak lebih dari 40% secara tahunan setelah curah hujan meningkat dan musim banjir datang lebih awal.

Otoritas China juga sedang meningkatkan pengelolaan waduk Three Gorges untuk mendukung pasokan air, navigasi, pengendalian banjir, dan produksi listrik.

Namun hujan ekstrem juga membawa risiko besar. Banjir dan longsor di sejumlah provinsi China telah menewaskan puluhan orang serta mengganggu transportasi dan pasokan listrik.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |