Gus Yahya Akui Konsesi Tambang Jadi Salah Satu Faktor Konflik di PBNU

4 days ago 6

Jakarta -

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengakui konsesi tambang menjadi salah satu faktor pemicu konflik di internal PBNU. Dia menyebut konflik yang sebelumnya terjadi itu cukup kompleks.

"Kemudian mengenai tambang. Orang-orang mungkin agak ramai menyebutkan tambang sebagai sebab konflik dan sebagainya. Ini sebetulnya pengulangan juga, pernyataan saya selama ini, mungkin memang tambang menjadi salah satu faktor. Tapi pasti bukan satu-satunya, pasti bukan satu-satunya," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

"Karena isu yang berkembang juga kompleks. Semua orang tahu apa saja percakapan yang terjadi seputar ini. Kompleks, tambang bukan satu-satunya," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Yahya mengatakan sampai saat ini izin tambang yang diberikan kepada PBNU juga belum beroperasi. Menurutnya, perlu ada diskusi mendalam untuk menindaklanjuti persoalan tambang.

"Sementara tambang itu sendiri sampai sekarang belum keluar hasil, belum. Jadi belum, belum ada operasi yang sesungguhnya berjalan mengenai tambang ini. Nah apakah ini akan dikembalikan atau tidak? Sebabnya apa dulu? Itu harus melalui diskusi yang dalam dan panjang di dalam NU sendiri, keinginan bermacam-macam," ujarnya.

Gus Yahya mengungkap ada pro dan kontra di PBNU mengenai pemberian izin tambang. Hal itulah yang perlu didiskusikan bersama.

"Ada kalangan yang mungkin 'udahlah nggak mau repot dengan soal tambang karena enggak ngerti sama sekali, ada yang berharap bahwa nanti akan ada revenue yang bisa digunakan untuk kemaslahatan dan lain sebagainya'. Ini semua harus didiskusikan, karena pasti enggak mungkin, saya, misalnya sebagai ketua umum membuat keputusan sendiri, Rais Aam membuat keputusan sendiri juga, tidak mungkin," ucap Gus Yahya.

"Ini harus melalui diskusi yang panjang ya, dan melibatkan semua pihak. Harus menjadi keputusan bersama sebagaimana keputusan pada waktu dulu PBNU menerima, menyatakan menerima konsesi. Konsesi tambang ini juga bukan keputusan perorangan, tapi keputusan organisasi," lanjutnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya mengatakan izin tambang diberikan oleh negara. PBNU, kata Gus Yahya, tidak pernah meminta.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga mengungkapkan hubungannya dengan Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dia memastikan tidak bertengkar dengan Gus Ipul.

"Soal Saifullah Yusuf ya, siapa bilang kita berantem, saya nggak pernah berantem dengan Saifullah Yusuf sebetulnya ya. Dia ini teman lama. Ini persepsi dari mana? Ini saya kira persepsi dari medsos saja ya," tegasnya.

Gus Yahya menyebut, setelah konflik, hasil kesepakatan bersama semuanya akan kembali ke semula. Dia memastikan tidak pernah ada persoalan secara personal.

"Semuanya harus kembali ke default. Apalagi kalau soal pribadi ini sebetulnya ada ungkapan, nothing personal. Semuanya ini adalah soal, apa namanya, soal bisnis. Nothing personal, ya. Jadi enggak ada masalah pribadi sama sekali ini, dan ketika ada kesepakatan default ya default sudah," imbuhnya.

(dek/fas)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |