Gerbong Wanita Dievakuasi ke Tepi Rel Usai Kecelakaan di Bekasi Timur

6 days ago 4

Jakarta - Gerbong wanita KRL CommuterLine yang menjadi saksi bisu insiden tabrakan dengan KA jarak jauh Argo Bromo sudah dievakuasi dan diangkat dari rel di Stasiun Bekasi Timur. Gerbong KRL tersebut kini dipindahkan ke tepi rel dengan posisi berbaring tertutup terpal.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (29/4/2026) pukul 09.15 WIB, gerbong wanita tersebut diletakkan berbaring di pinggir rel di atas saluran air. Gerbong tersebut tertutup terpal warna biru yang diikat menggunakan tali putih.

Sebagian badan gerbong masih bisa terlihat. Tampak kerusakan di beberapa bagian, terutama di ujung belakang yang menjadi titik tabrakan dengan Argo Bromo.

Sementara sisa-sisa patahan gerbong juga masih terlihat di lokasi. Seperti patahan AC yang menempel di atas gerbong hingga kepingan-kepingan bagian lainnya.

Untuk membatasi gerbong tersebut dengan rel, terdapat juga beberapa bilah bambu yang ditancapkan untuk menahan gerbong. Terpasang juga garis kuning atau police line sebagai tanda agar tidak sembarang orang bisa menjangkau gerbong KRL tersebut.

Gerbong Wanita Dievakuasi ke Tepi Rel Usai Kecelakaan di Bekasi TimurGerbong Wanita Dievakuasi ke Tepi Rel Usai Kecelakaan di Bekasi Timur (Foto: Kurniawan Fadilah/detikcom)

KRL Masih Sampai Stasiun Bekasi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan proses evakuasi sarana KRL Commuter Line usai mengalami tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, masih berjalan. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan layanan perjalanan KRL masih akan dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi pada Rabu pagi.

"Hingga saat ini, proses evakuasi sarana KRL masih terus dilakukan di lokasi," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dilansir Antara, Selasa (28/4) malam.

Ia juga mengatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan terkoordinasi.

"Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi," ujar Anne.

Pada Rabu (29/4) pagi, menurut Anne, perjalanan KRL masih akan dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi. Seiring perkembangan penanganan di lapangan, layanan lintas Bekasi-Cikarang direncanakan kembali normal pada siang hari.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan data hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka.

Simak juga Video 'Daftar 15 Korban Tewas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur':

(kuf/yld)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |