Jakarta -
Suara lagu-lagu lawas bergantian mengalun dari sebuah warung makan di kawasan Jalan Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor. Sejumlah pengunjung tampak bernyanyi sambil bercengkerama menikmati suasana siang.
Warung makan bernama Kafe Asmara itu menjadi salah satu tempat favorit warga saat akhir pekan tiba. Mereka datang untuk sekadar berkumpul, bertukar cerita hingga menikmati pemandangan dari kawasan dataran tinggi di Bogor.
Di tengah ramainya suasana itu, Rita Sahara tampak sibuk melayani pesanan warga yang berdatangan. Perempuan berusia 32 tahun itu terus berupaya memastikan semua pesanan tersaji ke tempat duduk pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rita menceritakan warung makan miliknya mulai dibuka sekitar tiga tahun lalu. Usahanya ini bermula dari kegemarannya memasak dan keinginannya untuk mempunyai usaha sendiri.
"Kebetulan emang pengin banget punya usaha makan. Ya udah, jadi ada ide itu, ya udah aku jalanin aja, aku tekuni aja, kayak gitu," kata Rita saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.
Di awal merintis usaha, warung milik Rita masih terbilang sederhana. Saat itu baru ada meja dan bangku yang disediakan untuk pengunjung.
Namun seiring berjalannya waktu, Rita melihat banyak pengunjung yang menghabiskan waktu cukup lama di warungnya. Akhirnya ia mengubah konsep warung tersebut menjadi lesehan agar warga yang datang merasa lebih nyaman.
Dukungan KUR BRI Bantu Rita Kembangkan Kafe Asmara di Hambalang (Foto: Kanavino/detikcom)
Rita membangun warung makan tersebut di lokasi sewaan. Awalnya pembangunan warung makan itu berasal dari uang pribadinya, namun modal yang dimiliki Rita saat itu belum cukup. Ia kemudian mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI senilai Rp 30 juta untuk jangka pembayaran tiga tahun.
Layaknya merintis usaha, perjalanan Kafe Asmara tidak berjalan mulus pada awalnya. Rita bahkan sempat tidak memperoleh pendapatan sama sekali. Meski begitu, ia terus yakin bahwa usahanya itu akan semakin berkembang.
"Saya jalanin aja, saya yakin aja. Memang saya yakin sama usaha ini berkembang, itu aja keyakinan saya," kata Rita.
Hingga saat ini, Rita memperoleh pendapatan sebesar Rp 50 juta per bulan. Pendapatan itu digunakan untuk membayar sewa tempat, membeli bahan baku, membayar listrik hingga Wifi.
Adapun menu makanan yang dijual di Kafe Asmara berupa makanan berat seperti ayam goreng, nasi goreng hingga soto. Selain itu, tersedia juga camilan seperti pisang keju, roti bakar hingga bakwan.
Untuk bahan-bahan baku makanan, Rita biasanya memesan dari pasar sekitar lokasi. Ia biasanya memilih bahan-bahan makanan yang dinilai masih segar dan layak untuk diolah.
Saat ini ada dua orang pegawai yang membantu Rita di Kafe Asmara. Keduanya merupakan saudara Rita yang membantu secara bergantian pada siang dan malam hari.
"Untuk masak-masak saya. Kalau misalkan lagi Sabtu-Minggu kita ambil yang lain, ada tambahan orang," imbuh Rita.
Para pengunjung yang datang ke Kafe Asmara berasal dari beragam komunitas, mulai dari komunitas motor hingga komunitas mobil remote control. Tak hanya itu, mereka yang menikmati sajian makanan di warung milik Rita juga berasal dari berbagai daerah. Bahkan ada pengunjung yang berasal dari Nusa Tenggara Timur hingga Papua yang mampir ke Kafe Asmara.
"Jadi di sini tuh, gabungan, campuran," imbuh dia.
Jumlah pengunjung yang datang ke Kafe Asmara biasanya naik turun setiap harinya. Namun, menurut Rita, akhir pekan menjadi waktu paling ramai karena banyak warga datang untuk menikmati suasana.
"Kalau hari-hari biasa tuh paling satu dua gitu, kalau weekend baru ramai," imbuhnya.
Dukungan KUR BRI Bantu Rita Kembangkan Kafe Asmara di Hambalang (Foto: Kanavino/detikcom)
Dampak KUR BRI
Rita mengatakan uang pinjaman dari KUR BRI digunakan untuk membangun bagian atas warung sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan dari ketinggian. Keberadaan area tersebut membuat jumlah pengunjung meningkat karena suasana warung lebih nyaman.
"Jadi mereka nyaman di sini. Yang dari KUR ini saya buat yang atas ini. Inilah yang saya bilang sangat signifikan tuh ini yang saya maksud," ujar Rita.
Ia juga mengatakan dampak dari KUR BRI ini membawa perubahan bagi kondisi ekonominya. Keuntungan yang diperoleh dari usaha warung makan itu sebagian besar disimpan sebagai tabungan.
"Saya juga emang nggak ada yang saya beli kayak motor atau apa gitu nggak ada. Cuma disimpan aja," kata Rita.
Ke depan, Rita berencana untuk membangun dapur masak yang lebih besar. Saat ini ia melihat dapur di warung makannya itu masih terlalu sempit untuk menunjang aktivitas memasak.
"Memang rencananya itu dapur, tapi belum tahu kapan, baru rencana aja," ujar Rita.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada BRI yang telah menyalurkan dana KUR. Ia merasa sangat terbantu lewat adanya pinjaman modal usaha tersebut.
"Terima kasih banyak untuk bantuannya. Saya sebagai pelaku usaha UMKM yang kecil sangat terbantu sekali. Semoga dengan adanya KUR ini bisa membantu lagi lebih banyak UMKM yang ada di luar sana. Dan itu memang benar-benar sangat membantu," kata Rita.
Komitmen BRI Dukung UMKM
Penyaluran KUR untuk Rita menjadi salah satu komitmen dukungan BRI untuk membantu para pelaku UMKM. Pinjaman modal itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Manajer Bisnis Mikro BRI Kantor Cabang Cibinong, Giri Laksomono, mengatakan penyaluran KUR BRI untuk para pelaku UMKM terus berkembang setiap tahunnya. Menurut Giri, kondisi usaha mulai stabil setelah sebelumnya banyak warga yang terkena dampak pandemi COVID-19.
"Ini tahun demi tahun setelah COVID-19 itu sudah mulai membaik, sudah mulai stabil. Nah, seiring kestabilannya itu ya kebutuhan akan peningkatan usaha melalui pinjaman di bank, khususnya KUR, ya terus berjalan meningkat," ujar Giri.
Ia berharap penyaluran KUR dapat terus berjalan baik ke depannya untuk membantu para pelaku UMKM bertumbuh. Warga yang mendapatkan pinjaman modal tersebut dapat menaikkan skala usahanya sehingga perekonomiannya pun semakin membaik.
"Kalau sisi bisnis kan sebenarnya seberapa sih bunganya KUR kan juga enggak terlalu signifikan buat bisnis BRI-nya ya secara yield keuntungan. Karena memang sangat kecil sekali, tapi tanggung jawab moral kami adalah ketika kredit itu disalurkan, KUR itu disalurkan, pertumbuhan ekonomi UMKM-nya meningkat, itu harapannya," kata dia.
(knv/knv)


















































