China Mulai Ditinggalkan, Taktik Donald Trump Berhasil

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhasil membuat tunduk manajemen Apple Inc. dengan kesediaan mereka membangun pabrik di dalam negeri.

Sebelumnya, pabrik produsen iPhone itu justru tersebar di China dan India, padahal berkantor pusat di Cupertino, California, Silicon Valley.

Langkah terbaru Apple dengan membangun pabrik di dalam negeri ini sebetulnya seiring dengan semakin banyak perusahaan yang membuat pabrik manufaktur dan rantai pasok di AS.

Program Manufaktur Amerika milik Apple mengumumkan bergabungnya perusahaan semikonduktor, yakni Bosch, Cirrus Logic, dan Qnity Electronics.

Kemitraan baru ini akan berfokus pada produksi sensor, sirkuit terpadu dan material canggih untuk perangkat Apple.

Sejumlah komponen tersebut akan diproduksi pertama kalinya di AS, dikutip dari Reuters, akhir pekan lalu.

Dalam kerja sama ini, Bosch dan Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) untuk produksi chip perangkat keras sensor di fasilitas TSMC di Washington.

Sementara Cirrus Logic akan mengembangkan teknologi proses semikonduktor untuk mendukung fitur seperti Face ID bermitra dengan GlobalFoundries.

Qnity Electronic bertugas untuk memasok material penting untuk produksi semikonduktor dan teknologi terkait AI.

Rencana investasi untuk Program Manufaktur AS mencapai US$400 juta hingga 2030. Menurut Apple, program tersebut akan membantu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemampuan AS untuk industri manufaktur semikonduktor dan elektronik canggih.

Sebelumnya, presiden AS Donald Trump mendorong Apple untuk bisa membangun pabrik di AS. Apple kemudian menyanggupinya.

Namun ternyata janji itu disebut bohong oleh Trump. Apple tidak membangun pabrik di AS, namun memindahkan fasilitasnya di China ke India.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |