China Buka Paket Wisata ke Luar Angkasa, Umumkan Harga Tiketnya

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan antariksa komersial asal China, InterstellOr, mulai serius menggarap bisnis wisata luar angkasa suborbital.

Perusahaan tersebut telah membuka pemesanan tiket dan bahkan menggaet aktor ternama China, Johnny Huang Jingyu, sebagai penumpang selebritas pertama.

InterstellOr memperkenalkan versi eksperimental skala penuh kapsul awak CYZ1 (ChuanYueZhe 1) pada 22 Januari 2026. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga melakukan uji coba sistem peredam pendaratan sebagai bagian dari tahapan pengembangan wahana.

Kapsul CYZ1 dirancang untuk membawa penumpang melampaui Garis Karman di ketinggian 100 kilometer dari permukaan Bumi. Pada ketinggian tersebut, penumpang akan merasakan kondisi mikrogravitasi selama beberapa menit sebelum kembali ke Bumi. Perusahaan menargetkan penerbangan berawak pertamanya dapat dilakukan pada 2028.

Meski demikian, InterstellOr telah membuka pemesanan tiket, dengan catatan jadwal penerbangan masih bergantung pada proses pengujian dan sertifikasi.

Mengutip laman Space, harga tiket wisata luar angkasa ini dipatok sekitar 3 juta yuan atau setara Rp 7,3 miliar per orang, dengan kewajiban membayar uang muka sebesar 10% untuk reservasi.

Johnny Huang Jingyu dijadwalkan terbang sebagai penumpang bernomor 009. Selain itu, InterstellOr juga menyebut Lin Xiaoyan, penyair China-Amerika, akan menjadi perempuan Tionghoa perantauan pertama yang mengikuti penerbangan luar angkasa perusahaan tersebut.

Langkah InterstellOr sejalan dengan tren wisata antariksa global yang lebih dulu digarap perusahaan Barat seperti Blue Origin.

Perusahaan milik Jeff Bezos itu telah beberapa kali menerbangkan selebritas dalam penerbangan suborbital singkat.

Didirikan pada Januari 2023, InterstellOr berbasis di Beijing dan didukung tim teknis yang berpengalaman di program antariksa berawak China. Ke depan, persaingan wisata suborbital di Negeri Tirai Bambu diperkirakan makin ketat.

Selain InterstellOr, CAS Space dan Deep Blue Aerospace juga tengah mengembangkan layanan serupa dengan teknologi kapsul dan roket yang dapat digunakan kembali.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |