Hujan Lebat Berujung Banjir, Anak-anak Jadi Korban-Evakuasi Massal

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Suriah dan Maroko, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan memaksa evakuasi massal. Hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut memicu banjir bandang, merusak pemukiman hingga kamp pengungsi, serta menghambat aktivitas penyelamatan.

Di Suriah barat laut, media pemerintah melaporkan tiga orang tewas akibat banjir, terdiri dari dua anak dan seorang relawan Bulan Sabit Merah Arab Suriah. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur provinsi Idlib dan wilayah pesisir Latakia, daerah yang juga menampung banyak pengungsi internal.

Kantor berita pemerintah SANA menyebutkan, "seorang relawan Bulan Sabit Merah Arab Suriah meninggal dan empat lainnya terluka saat menjalankan tugas kemanusiaan mereka" di Latakia. Insiden tersebut terjadi ketika tim relawan berupaya mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang.

Bulan Sabit Merah Suriah menjelaskan bahwa kendaraan misi mereka tergelincir ke sebuah lembah saat menuju lokasi penyelamatan. Seorang relawan lain juga dilaporkan terluka saat mencoba menyelamatkan seorang anak yang terjebak arus banjir.

"Sebuah kendaraan misi tergelincir ke lembah, menewaskan seorang relawan perempuan dan melukai empat lainnya," demikian pernyataan resmi organisasi tersebut, seperti dikutip AFP, Senin (9/2/2026).

Selain itu, dua anak dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu akibat banjir besar yang melanda wilayah Ain Issa di utara provinsi Latakia. Pemerintah setempat menyatakan tengah membersihkan akses jalan dan mendirikan tempat penampungan darurat, terutama di kamp-kamp pengungsi yang terendam air.

Kementerian Manajemen Darurat dan Bencana Suriah menyebut sedikitnya 14 kamp pengungsi di sebagian provinsi Idlib terdampak banjir. Tenda-tenda terendam, barang-barang hanyut, dan sekitar 300 keluarga terdampak langsung. Kondisi ini memperburuk situasi kemanusiaan di negara yang masih dihantui dampak perang saudara selama lebih dari satu dekade.

Sementara itu di Maroko, banjir juga merenggut korban jiwa. Empat orang, termasuk seorang anak berusia dua tahun, meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi terseret banjir bandang di kota Tetouan, Maroko utara. Pihak berwenang menyatakan satu orang lainnya hingga kini masih hilang dan dalam pencarian.

"Keempat korban berada di dalam sebuah mobil yang terjebak banjir mendadak di jalan dekat sungai besar," kata pejabat setempat dalam pernyataan resmi. Tim penyelamat menemukan dua jenazah pada Sabtu malam dan dua lainnya pada Minggu pagi.

Banjir di Maroko dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah barat laut negara itu selama sepekan terakhir. Otoritas setempat menyebut lebih dari 150.000 orang telah dievakuasi sejak banjir dimulai, sementara badan meteorologi nasional memperingatkan cuaca buruk masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |