Polisi menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga telah beraksi berulang kali di wilayah Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Pelaku berinisial AMR alias Toke masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus curanmor sejak 2024.
Kapolsek Benda AKP Sriyono menjelaskan pelaku ditangkap setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat dan rekaman CCTV dari sejumlah lokasi kejadian.
"Dari hasil analisa CCTV dan penyelidikan, tim memperoleh informasi keberadaan pelaku yang selama ini masuk DPO. Tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya tanpa perlawanan," kata AKP Sriyono, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toke, yang sudah beraksi berulang kali di wilayah Kecamatan Benda, ditangkap Unit Reskrim Polsek Benda Polres Metro Tangerang Kota pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 19.10 WIB. Sedangkan seorang rekannya berinisial KIKI yang berperan sebagai joki masih diburu polisi.
Kasus ini terungkap berawal dari seorang korban kehilangan sepeda motor Honda BeAt yang diparkir di teras kontrakan di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Saat hendak berangkat kerja keesokan paginya, korban mendapati motornya sudah tidak berada di tempat.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan kunci pengaman tambahan saat memarkir kendaraan dan segera melapor apabila menjadi korban tindak pidana.
Gagang kunci T dan empat mata kunci T disita dari tangan pelaku (dok Ist)
"Kami akan terus menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, termasuk curanmor, melalui Operasi Berantas Jaya 2026. Apabila masyarakat melihat atau menjadi korban tindak kriminal, segera hubungi kantor polisi terdekat atau layanan darurat Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti," ujar Kombes Jauhari.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta dan melaporkannya ke Polsek Benda.
Kepada polisi, Toke mengakui pernah mencuri sepeda motor bersama dua pelaku lain dalam perkara sebelumnya. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya gagang kunci T, empat mata kunci T, rekaman CCTV, jaket yang digunakan saat beraksi, serta STNK sepeda motor.
Dari hasil penyelidikan, pelaku juga diduga terkait dengan 10 laporan polisi (LP) kasus curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polsek Benda sejak 2024 hingga 2026. Penyidik masih terus mendalami keterlibatan pelaku dalam sejumlah aksi pencurian lainnya sekaligus memburu pelaku lain yang masih jadi buron.
Saat ini pelaku dijerat Pasal 477 Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
(jbr/mea)


















































