Biaya Scan Wajah Buat Beli Nomor HP Bayar Rp 3.000, Ditanggung Siapa?

5 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna nomor ponsel baru diharuskan melakukan pendaftaran menggunakan verifikasi wajah mulai 1 Juli 2026 mendatang. Ternyata proses ini tak gratis alias berbayar.

Pembayaran itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Dalam Negeri. Dalam aturan tersebut diatur biaya bagi verifikasi daya berbasis web.

Khusus untuk, webservice dengan biometrik Face Recognition dibebankan biaya Rp 3.000 per biometrik.

Namun biaya tersebut tak dibebankan bagi masyarakat pengguna seluler. Melainkan operator seluler yakni Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSMART kepada Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidaya Abdullah. Menurutnya ini jadi bagian dari business responsibility dari pihak opsel.

"Tidak ada bayaran yang kepada pelanggan. Tadi sepakat ini adalah bagian business responsibility daripada operator seluler dan kewajiban negara untuk melindungi juga masyarakat yang beraktivitas melalui pertukaran data," kata Edwin dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Edwin juga memastikan biaya verifikasi nomor ini tidak jadi beban baru bagi opsel. Hal ini mengingat akan bertumbuhnya bisnis seiring kepercayaan yang juga tumbuh.

"Jadi, apakah seluler terbebani karena menanggung biaya dengan masyarakat? Tidak juga. Kenapa tidak? Karena dengan semakin tumbuhnya trust orang pada penggunaan seluler, kan bisnis mereka juga tumbuh," Edwin menuturkan.

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) juga mengatakan biaya Rp 3 ribu per nomor HP masih ditanggung oleh pihak opsel.

"Untuk sementara ini iya," kata Wakil Ketua Umum ATSI Reski Damayanti.

Dalam kesempatan itu, Edwin memastikan pengguna nomor baru harus melakukan registrasi SIM Card dengan teknologi face recognition. Sebelumnnya uji coba registrasi telah dilakukan sejak Januari 2026, dengan penggunaan per April 2026 mencapai 300 ribu per hari.

Edwin mengatakan proses registrasi baru ini lebih mudah dan cepat. Bahkan diklaim kurang dari satu menit proses telah selesai.

"Kalau dulu registrasi modalnya mata, enggak boleh salah input numbernya. Sekarang modalnya senyum," kata Edwin.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |