Bamsoet Siap Rilis Buku ke-38, Angkat Realitas Parlemen dan Perjalanan Hidup

1 hour ago 2

Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) segera meluncurkan buku terbarunya yang ke-38 berjudul Politik Hukum Konstitusi: Menjembatani Teori Akademis dan Realitas Parlemen, serta Buku Biografi tulisan Wartawan senior Kompas J. Osdar. Bamsoet mengatakan pengalaman panjangnya di parlemen menjadi salah satu dasar dalam penulisan buku tersebut.

Buku itu akan diluncurkan Kamis (10/9/2026) di Parle Senayan Park, Jakarta. Buku tersebut mengulas hubungan antara hukum, konstitusi, politik, dan proses pembentukan peraturan perundang-undangan.

"Saya ingin menunjukkan bahwa pengalaman di parlemen dan teori yang dipelajari di ruang kuliah seharusnya saling bertemu. Parlemen membutuhkan landasan akademis, sementara dunia akademik juga perlu memahami bagaimana teori bekerja ketika berhadapan dengan realitas politik dan kepentingan masyarakat," ujar Bamsoet di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bamsoet mengatakan berdasarkan pengalamannya, undang-undang tidak lahir begitu saja. Menurutnya, terdapat perdebatan substansi, kepentingan politik, aspirasi masyarakat hingga pertimbangan pemerintah dalam proses legislasi.

Sebab itu, Bamsoet memasukkan pengalaman empirisnya ke dalam buku tersebut melalui kolom khusus Catatan dari Kursi Parlemen. Dia mengatakan kolom tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan teori hukum dan ketatanegaraan berhadapan dengan persoalan nyata dalam proses legislasi.

"Teori hukum yang dipelajari di kampus sering kali terasa berbeda dengan kenyataan saat menyusun undang-undang di parlemen. Di sana, gagasan diuji melalui perdebatan panjang untuk menemukan jalan terbaik bagi kepentingan bangsa," kata Bamsoet.

Mantan Ketua MPR ini mengatakan buku kedua, "Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran", karya J. Osdar, menghadirkan perspektif berbeda mengenai perjalanannya. Buku tersebut, kata dia, merekam transformasi seorang tokoh yang pernah berada di berbagai ruang pengabdian.

"Pengalaman di parlemen memberikan banyak pelajaran mengenai bagaimana negara mengambil keputusan. Pengalaman itu kemudian saya bawa ke ruang kuliah agar mahasiswa memahami bahwa hukum, politik, dan kebijakan publik memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat," pungkas Bamsoet.

Dua buku yang akan diluncurkan itu melengkapi sejumlah buku lain yang sudah ditulis Bamsoet. Di antaranya, buku Rahasia Sukses dan Biografi Pengusaha Indonesia yang terbit pada tahun 1988, kemudian buku berjudul HIPMI, Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha diterbitkan pada tahun 1989.

Selain itu, juga buku Mahasiswa dan Lingkaran Politik yang dirilis pada tahun 1989. Lalu, buku berjudul Kelompok Cipayung, Gerakan dan Pemikiran/Mahasiswa Gerakan dan Pemikiran terbit pada tahun 1990, hingga buku Mahasiswa & Budaya Kemiskinan di Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 1990.

(zap/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |