Atalia Kritik Lagu Bupati Purwakarta, Liriknya Dinilai Rendahkan Perempuan

6 hours ago 4

Bandung -

Viral lagu milik Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' menjadi sorotan karena liriknya dinilai mengandung stereotip terhadap perempuan. Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya turut mengkritik lirik lagu itu.

Lirik lagu tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial. Sejumlah pihak menilai isi lagunya tidak sekadar humor, tetapi menyentuh isu biologis perempuan sehingga dianggap merendahkan dan bias gender.

Beberapa bagian lagu membandingkan pengalaman menjadi laki-laki dan perempuan. Lirik yang menyinggung persoalan kehamilan, keguguran, menstruasi, hingga penggunaan atribut perempuan dinilai sebagian kalangan sebagai candaan yang tidak sensitif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atalia Praratya Kritik Keras Isi Lagu

Salah satu kritik datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya. Atalia mengaku tidak menemukan nilai penghormatan terhadap perempuan dalam lagu tersebut.

"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dilansir detikJabar, Rabu (1/7/2026).

Menurut Atalia, persoalan ini bukan semata mengenai selera seni atau kebebasan berekspresi.

Ia menilai pilihan diksi dalam lagu tersebut bertentangan dengan nilai budaya Sunda yang selama ini menjunjung tinggi penghormatan terhadap sesama.

"Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah.... Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan.... Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih? Sebodoh apa pun saya memahami budaya Sunda, saya tahu bahwa budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi.... Dan saya percaya, budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," jelas Atalia Praratya.

Ia juga menyoroti perjuangan melawan budaya patriarki masih menjadi tantangan hingga saat ini.

"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?" pungkasnya.

Permintaan Maaf Bupati Purwakarta

Atas viralnya lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat ini, Bupati Purwakarta yang akrab dipanggil Om Zein pun menyampaikan permintaan maafnya pada publik. Ia menyatakan jika lagu itu tak bermaksud membuat tersinggung pihak tertentu.

"Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu itu murni cerita tentang diri saya sendiri," tutur Om Zein.

Saksikan Live DetikSore :

(idh/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |