Apa itu Hantavirus? Kenali Gejala, Penularan hingga Cara Pencegahannya

5 hours ago 2

Jakarta -

Belakangan ini ramai pembicaraan soal Hantavirus setelah adanya laporan kasus yang menyebabkan kematian di kapal pesiar mancanegara. Meski WHO menyebut risiko penyebaran secara global masih rendah, kewaspadaan tetap perlu dilakukan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejauh ini merupakan tipe HFRS yang menyerang ginjal, dengan total 23 kasus terkonfirmasi di 9 provinsi. Apa itu Hantavirus?

Mengutip dari unggahan akun Instagram Kemenkes RI (@kemenkes_ri), Hantavirus bukan virus baru. Virus Hanta adalah penyakit yang umumnya menular melalui:

  • Kontak dengan tikus/celurut terinfeksi,
  • Urine atau kotorannya,
  • atau debu yang terkontaminasi (inhalasi aerosol)

Penyakit ini muncul dalam dua bentuk klinis di dunia, yaitu:

  • HFRS (Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome) yang merusak ginjal dan tersebar di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
  • HPS (Hanta pulmonary Syndrome) yang menyerang sistem pernapasan dan tersebar di Amerika.

Situasi Terkini Virus Hanta

Sejak tahun 2015 sampai 2026, kasus Hanta tipe HFRS dan HPS tersebar di beberapa wilayah Eropa (Finlandia, Jerman, dan Swedia), Amerika (Chili, Argentina, dan Panama) serta Asia (Korea Selatan, China, dan Taiwan).

Ini penilaian risiko Hantavirus oleh WHO (Mei 2026).

  • Risiko penyebaran di tingkat global rendah dan sedang untuk di kapal pesiar.
  • Tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan/perdagangan.

Berikut situasi virus Hanta di Indonesia.

  • Virus Hanta tipe HPS belum pernah dilaporkan di Indonesia.
  • Kasus Virus Hanta yang ditemukan di Indonesia seluruhnya merupakan tipe HFRS.
  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena kasus fatalitas yang dipastikan terjadi akibat adanya infeksi penyerta, bukan murni akibat Virus Hanta.
  • Risiko importasi kasus Virus Hanta tipe HPS tetap ada. Namun, di Indonesia, risiko penambahan kasus Virus Hanta lebih tinggi untuk tipe HFRS.

Cara Pencegahan Virus Hanta

Masyarakat dapat melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui langkah-langkah berikut ini.

  • Rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer
  • Terapkan etika batuk dan bersin
  • Lakukan Metode Wet Cleaning
    Selalu gunakan kain pel basah saat membersihkan debu untuk mencegah partikel virus berterbangan dan terhirup
  • Simpan Makanan dengan Aman
    Gunakan wadah tertutup rapat untuk seluruh bahan konsumsi
  • Tutup Akses Tikus
    Pastikan tidak ada celah atau lubang yang memungkinkan tikus masuk ke dalam area rumah
  • Segera Periksakan Diri
    Kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila bergejala mengarah ke Hantavirus setelah beraktivitas di area berisiko tinggi

Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala:

  • HFRS (Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome)
    - Mengalami demam tinggi
    - Sakit kepala
    - Nyeri badan dan lemas
    - Ikterik/Jaundice (tubuh menguning)
  • HPS (Hanta pulmonary Syndrome)
    - Demam
    - Nyeri badan dan lemas
    - Batuk dan sesak napas

*Catatan:

  • Gejala dapat muncul 1-2 minggu masa inkubasi setelah terpapar virus HFRS
  • Untuk virus HPS, gejala dapat muncul 1-8 minggu masa inkubasi setelah terpapar
  • Informasikan riwayat faktor risiko (termasuk perjalanan) sebelum sakit kepada tenaga kesehatan

(kny/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |