Jakarta -
Air dari sungai sempat meluap dan mengakibatkan banjir di KM 50 Tol Tangerang-Merak arah Merak beberapa waktu lalu. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, petugas memasang barrier sebagai tanggul dan penghalang luapan air.
Dalam keterangannya, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) menyatakan telah melakukan pemulihan pada ruas Tol Tangerang-Merak KM 50 yang sempat tergenang dan menyebabkan kemacetan. BBWS C3 bersama PT Marga Mandalasakti membangun tanggul sementara di sisi jalan menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) dengan panjang penanganan sekitar 300 meter.
"Kini, ruas Tol Tangerang-Merak yang menjadi akses vital mobilisasi barang dan penumpang antara Pulau Jawa dan Sumatera telah kembali pulih dan dapat dilalui dengan aman oleh seluruh golongan kendaraan," ujar Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada Jumat (23/1/2026), hujan deras mengakibatkan Sungai Ciujung di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, meluap. Luapan air sungai tersebut menggenangi ruas Jalan Tol Jakarta-Merak, tepatnya di KM 50.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten per Jumat (23/1/2026) pukul 15.30 WIB, luapan air Sungai Ciujung telah memasuki area KM 50 Tol Cikande arah Merak. Kondisi ini menyebabkan kepadatan lalu lintas karena kendaraan harus mengurangi kecepatan.
"Penyebab banjir di tol sekitar KM 50 hingga KM 60 biasanya karena sungai di sekitarnya meluap saat hujan deras," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Banten, Juli Kristianto, dalam keterangannya.
Kondisi banjir tersebut mengakibatkan kemacetan. Pada Sabtu (24/1/2026), air kembali meluap dan mengganggu lalu lintas di dua arah tol, baik arah Merak maupun Jakarta.
Seorang pengendara bernama Lulu mengaku melintas di genangan tersebut sekitar pukul 20.30 WIB. Ia merasakan kemacetan hingga sekitar 10 kilometer akibat banjir tersebut.
(aik/yld)


















































