Jakarta -
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau intake PDAM Padang di kawasan Gunung Pangilun, Padang Utara. Peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut infrastruktur pasokan air bersih yang lumpuh di kota Padang pada akhir November 2025.
Keduanya mengunjungi salah satu intake PDAM Padang yang rusak parah pada Jumat (30/1/2026). Kunjungan kerja Menteri PU tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Utama PDAM Padang Hendra Pebrizal, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (PBPK) Sumbar Kementerian PU Maria Doeni Isa, serta jajaran kepala balai teknis Kementerian PU di Sumbar.
Diketahui, Intake atau bangunan penyadap/pengambil air baku dari sumber permukaan (sungai, danau, waduk) secara kontinu untuk kebutuhan pengolahan itu merupakan intake peninggalan era kolonial Belanda tersebut selama ini menopang hampir 30 persen kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Kota Padang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kerusakan berat akibat banjir bandang membuat fungsinya tidak lagi optimal dan berpotensi mengganggu distribusi air bersih bagi ratusan ribu warga. Masih ada pelanggan yang sampai hari ini airnya belum mengalir.
Andre Rosiade menyebut, pemerintah pusat memastikan pembangunan intake baru di kawasan Kampung Koto senilai Rp 400-an miliar. Pembangunan intake baru itu akan dilakukan tidak jauh dari lokasi lama Gunung Pangilun.
"Intake baru tersebut dirancang berkapasitas lebih besar 500 liter per detik dan dilengkapi sistem pengolahan air modern untuk menjawab persoalan air keruh yang selama ini dikeluhkan masyarakat," kata Andre Rosiade, dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan secara keseluruhan terdapat 12 intake yang menopang sistem air minum Kota Padang. Saat ini, tujuh SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) menjadi fokus penanganan darurat pascabencana, termasuk SPAM Palukahan dengan kapasitas 200 liter per detik dari total kapasitas sistem sebesar 500 liter per detik.
Untuk menekan biaya operasional jangka panjang, Kementerian PU akan membangun Instalasi Pengolahan Air berbahan baja dengan sistem gravitasi. Selain itu, akan dipasang unit pra-sedimentasi di lokasi baru guna mengurangi kandungan pasir dan lumpur sungai yang selama ini membuat air mudah keruh.
Di sisi jaringan, penanganan darurat juga dilakukan pada pipa transmisi sepanjang 1,3 kilometer yang sempat terputus, terutama di area jembatan yang rusak akibat banjir bandang.
Nilai pekerjaan tanggap darurat infrastruktur air bersih di Kota Padang mencapai sekitar Rp 92 miliar. Dari sisi lahan, saat ini telah tersedia 5,8 hektare, namun masih dibutuhkan tambahan sekitar 1,3 hektare di beberapa titik yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Padang.
Kepala Balai Maria Doeni Isa mengungkapkan, lokasi lama di kawasan Limau Manis telah mengalami keretakan struktur sejak gempa tahun 2009 dan semakin berisiko setelah banjir, sehingga diputuskan untuk direlokasi. Fasilitas IPA dan reservoir baru akan dipindahkan sekitar 800 meter dari lokasi lama agar sistem gravitasi dapat berjalan optimal. Sementara itu, genset tua peninggalan Belanda yang boros dan mahal secara operasional akan diganti dengan sistem yang lebih efisien.
Pemerintah juga menyiapkan sinergi lintas wilayah, termasuk kerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) untuk memanfaatkan kelebihan kapasitas SPAM sekitar 30 liter per detik guna membantu wilayah rawan kekeringan seperti Indarung dan Koto Tangah.
Peninjauan tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat bersama DPR RI untuk memulihkan layanan air bersih secara permanen sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur Kota Padang menghadapi bencana ke depan.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Menteri PU serta Andre Rosiade. Ia berharap pembangunan intake baru di Kampung Koto dapat segera dimulai.
"Intake Gunung Pangilun ini memang harus diistirahatkan. Kerusakannya sudah banyak dan sangat berisiko jika terjadi gempa lagi," ujar Fadly.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Padang siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mempercepat penyelesaian persoalan air bersih pascabanjir bandang. "Kami akan terus bekerja keras. Mohon doa dan dukungan agar masalah air bersih di Kota Padang bisa segera tuntas," katanya.
(yld/dhn)

















































