Aksi Preman Palak Sopir Bajaj di Tanah Abang Berakhir di Balik Jeruji

5 hours ago 3
Jakarta -

Aksi pria melakukan pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), berujung di balik jeruji. Pelaku kini sudah diamankan polisi.

Aksi pria yang belakangan diketahui berinisial DP (27) itu viral di media sosial (medsos). Polisi langsung menyelidiki kasus tersebut.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Satpol PP, dan Dishub untuk melakukan patroli di wilayah rawan pungutan liar (pungli). Aksi pemalakan itu terjadi pada Minggu, 12 April 2021, sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Pasar Blok A Tanah Abang, Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang. Dalam kejadian itu, korban mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp 2.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini anggota masih melakukan lidik untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan. Dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan untuk laksanakan patroli bersama sama di wilayah rawan pungli," ujar AKBP Dhimas saat dihubungi wartawan, Minggu (12/4).

Dari video yang beredar, terlihat seorang pria menghampiri sopir yang berada di dalam bajaj. Tampak sopir bajaj itu memberikan uang kepada pria tersebut.

"Tadi bukannya udah dikasih?" kata perekam video yang juga penumpang di dalam bajaj, seperti dilihat, Minggu (12/4/2026).

"Tadi kan udah," kata sopir bajaj.

"Di Tanah Abang gitu ya, Bang? Dikasih atau palak?" tanya penumpang.

"Ya dipalak," ujar sopir bajaj.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat (10/4). Sopir bajaj yang tengah mangkal menjadi sasaran pemalakan dengan modus uang setoran. Salah satu sopir mengaku harus menyetor uang sebesar Rp 100 ribu setiap hari.

Para sopir disebut kerap mendapat ancaman jika menolak memberikan uang. Mulai diteriaki maling hingga mengalami tindakan kekerasan.

Disorot Pramono Anung


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti aksi pemalakan tersebut. Dia menegaskan bakal menindak tegas pelaku.

"Kemarin saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu," ujar Pramono kepada wartawan di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Pramono menegaskan tidak ada kompromi terkait aksi premanisme. Pramono tak ragu menindak premanisme di Jakarta.

"Tidak ada kompromi lagi. Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu," ucapnya.

Pelaku Ditangkap

Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial DP (27). Pelaku ditangkap oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

"Pelaku sudah kami amankan," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung dalam keterangannya, kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang merespons cepat video viral dengan mengecek langsung ke lokasi kejadian untuk mencari informasi terkait si pelaku. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengamankannya di rumah kontrakannya.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pelaku juga telah dites urine dan hasilnya negatif narkoba.

Reynold menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk aksi premanisme di wilayah hukumnya. Pelaku premanisme akan ditindak tegas.

"Kami pastikan setiap tindakan yang meresahkan masyarakat, sekecil apa pun, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," imbuhnya.

Pengakuan Pelaku

Kepada polisi, pria berinisial DP (27) memalak sopir bajaj di Tanah Abang lantaran untuk kebutuhan rumah tangga. Uang hasil memalak digunakan untuk kebutuhan anak dan istri.

"Pengakuan dari pelaku buat keperluan anak-istri," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlin Sumantri, Senin (13/4/2026).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindakan yang meresahkan melalui layanan 110.

"Masyarakat jangan ragu melapor agar dapat segera kami tindak lanjuti," kata Budi Hermanto.

(dek/fas)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |