Ahok Ngaku Tak Kenal Riza Chalid: Sekuat Apa Sih Beliau Sampai Intervensi?

1 week ago 11
Jakarta -

Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak mengenal buron Riza Chalid. Ahok bahkan mempertanyakan sekuat apa Riza Chalid hingga disebut melakukan intervensi di Pertamina.

Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026). Mulanya, anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza, menanyakan pengenalan Ahok dengan ayahnya.

"Pernah nggak Pak, ada laporan kepada Pak Ahok bahwa Muhammad Riza Chalid itu memaksa sewa terminal BBM Merak milik saya?" tanya Kerry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak pernah, kenal juga nggak," jawab Ahok.

Pengacara Kerry, Patra M Zen, juga mendalami Ahok terkait PT Orbit Terminal Merak (OTM). Ahok mengaku baru mengenal PT OTM dari media karena perkara ini.

"Jadi terkait dengan tangki selama periode 22 November 2019 sampai 1 Februari 2024 Bapak jadi komisaris utama tidak pernah ada laporan tidak ada pernah pengaduan terkait dengan PT OTM, Orbit Terminal Merak, enggak ada ya?" tanya pengacara.

"Tidak ada, saya juga baru dengar OTM itu dari media," jawab Ahok.

Ditemui usai sidang, Ahok mengatakan tak ada intervensi sewa terminal BBM Merak dari Riza Chalid. Ahok juga heran dan mempertanyakan sekuat apa pengaruh Riza Chalid sehingga disebut bisa mempengaruhi Pertamina.

"Nggak pernah, itu cuma, selalu orang ngomongin di media, saya juga heran, sekuat apasih beliau sampai intervensi? Kita kan jaganya gitu ketat," ujar Ahok usai sidang.

Dalam surat dakwaan, jaksa mengatakan perbuatan para terdakwa terkait tata kelola minyak mentah telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 285 triliun. Ada dua hal yang diduga menjadi pokok permasalahan, yaitu terkait impor produk kilang atau bahan bakar minyak (BBM) serta terkait penjualan solar nonsubsidi.

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang ini ialah:

1. Riva Siahaan (RS) selaku eks Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga,
2. Sani Dinar Saifuddin (SDS) selaku eks Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional,
3. Maya Kusmaya (MK) selaku eks Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga,
4. Edward Corne (EC) selaku eks VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.
5. Yoki Firnandi (YF) selaku eks Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, 6. Agus Purwono (AP) selaku eks VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional,
7. Muhamad Kerry Adrianto Riza (MKAR) selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa,
8. Dimas Werhaspati (DW) selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, serta
9. Gading Ramadhan Joedo (GRJ) selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

(mib/maa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |