Ahmad Ali Minta Kader PSI Tak Jadikan Tokoh Agama Alat Memenangkan Partai

4 days ago 8

Jakarta -

Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyampaikan pesan kepada para kader PSI dalam Rakernas PSI yang digelar di Makassar. Ali meminta para kader mendekatkan diri dengan tokoh agama.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Ali saat memberi arahan di acara Rakernas PSI. Ia menginstruksikan seluruh kader PSI tidak berjarak dengan realitas sosial-keagamaan di daerah masing-masing.

"Saya berpesan, ketika saudara-saudara pulang kembali ke daerah asal, jangan pernah menjauhi tokoh-tokoh agama. Jangan pernah menjauhi pondok pesantren. Ketika kalian lelah, ketika kalian capek, datanglah ke pondok pesantren, datanglah ke sekolah-sekolah agama untuk belajar dan menimba ilmu," kata Ahmad Ali saat Rakernas PSI seperti dalam keterangan yang diterima, Jumat (30/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali menginstruksikan ini agar PSI tidak sekadar dikenal sebagai partai anak muda yang logis, tetapi juga santun dan hormat terhadap ulama. Meski begitu, Ali juga meminta agar tidak mendekati tokoh agama hanya untuk mencari suara kemenangan.

"Ketika ada permasalahan yang kalian belum pahami, datanglah bertanya kepada ulama, kepada kiai. Jadikanlah mereka sebagai guru-guru kalian, tapi jangan jadikan mereka sebagai alat politik untuk memenangkan Partai Solidaritas Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Ali juga menggarisbawahi visi PSI untuk melahirkan pemimpin yang utuh dan punya keseimbangan batin.

"PSI ingin melahirkan pemimpin yang memiliki keseimbangan batin. Tidak hanya mengisi otaknya, tapi juga batinnya. Kita tidak ingin memisahkan dunia masyarakat (umat) dengan dunia politik. Lewat PSI, kita ingin mempersatukan ini," tuturnya.

Ia juga meminta seluruh jajaran DPP, DPW, hingga DPD untuk fokus merumuskan kebijakan dan merampungkan pembangunan struktur partai hingga ke tingkat terbawah.

"Kita bangun struktur sampai selesai. Setelah itu, barulah kita bicara tentang siapa yang akan jadi caleg. Supaya kepentingan pembangunan struktur tidak berbenturan dengan kepentingan pencalegan," imbuhnya.

(maa/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |