20 Negara Terbaik untuk Hidup dan Tinggal di 2026, Malaysia Nomor 3

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara terbaik untuk hidup dan tinggal ternyata bukan berasal dari kelompok negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, maupun Jepang. Peringkat terbaru justru menempatkan Estonia di posisi teratas dunia pada 2026.

Dua negara tetangga Indonesia menyusul tepat di belakang Estonia. Singapura menduduki posisi kedua, sementara Malaysia berada di peringkat ketiga.

Melansir Visual Capitalist, Selasa (22/9/2026), pemeringkatan tersebut menggunakan data 2026 dari Rumavi. Setiap negara memperoleh skor gabungan berdasarkan 24 indikator yang dikelompokkan dalam empat pilar utama, yakni keuangan dan pajak, kelayakan hidup dan kesehatan, keamanan dan stabilitas, serta kemudahan menetap dan peluang.

Estonia mengantongi skor tertinggi sebesar 72,8. Negara berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa tersebut unggul terutama dalam aspek keamanan dan kemudahan menetap.

Posisi Estonia turut ditopang penegakan hukum yang kuat, ekosistem perusahaan rintisan atau startup, serta tingkat pengangguran anak muda yang rendah.

Singapura hanya terpaut tipis dengan skor 72,6 dan berada di posisi kedua. Malaysia menyusul dengan skor 72,0. Portugal menjadi negara terbaik keempat dengan skor 71,6, disusul Taiwan yang mengantongi skor 71,4.

Patung Merlion digambarkan di Marina Bay di Singapura pada 24 April 2023. (ROSLAN RAHMAN/AFP via Getty Images)Patung Merlion digambarkan di Marina Bay di Singapura pada 24 April 2023. (ROSLAN RAHMAN/AFP via Getty Images) Foto: Patung Merlion digambarkan di Marina Bay di Singapura pada 24 April 2023. (AFP via Getty Images/ROSLAN RAHMAN)

Negara-negara Eropa mendominasi daftar tersebut dengan mengisi separuh dari 20 posisi teratas. Selain Estonia dan Portugal, negara Eropa yang masuk jajaran teratas antara lain Lithuania, Ceko, Malta, Siprus, Bulgaria, Georgia, Kroasia, dan Latvia.

Negara-negara Eropa mendapat keuntungan dari kualitas layanan kesehatan dan tingkat kelayakan hidup yang relatif tinggi. Biaya hidup yang lebih terjangkau di sejumlah negara Eropa Selatan dan Timur juga membantu negara seperti Bulgaria dan Siprus mengungguli beberapa negara yang lebih dikenal di Eropa Utara dan Barat.

Asia Timur dan Asia Tenggara juga mencatatkan posisi cukup kuat. Selain Singapura dan Malaysia, Taiwan berada di posisi kelima, Brunei Darussalam di peringkat ke-15, dan Jepang menempati posisi ke-17.

Berikut 20 negara terbaik untuk ditinggali pada 2026 berdasarkan pemeringkatan tersebut:

1. Estonia - 72,8
2. Singapura - 72,6
3. Malaysia - 72,0
4. Portugal - 71,6
5. Taiwan - 71,4
6. Lithuania - 71,0
7. Hong Kong - 71,0
8. St Kitts & Nevis - 70,3
9. Ceko - 69,9
10. Malta - 69,8
11. Siprus - 69,7
12. Bulgaria - 69,7
13. Uni Emirat Arab - 69,4
14. Georgia - 69,3
15. Brunei Darussalam - 69,3
16. Selandia Baru - 69,1
17. Jepang - 69,1
18. Kroasia - 68,9
19. Latvia - 68,7
20. Kosta Rika - 68,7

AS Malah Terlempar Jauh

Sementara itu, Amerika Serikat berada jauh dari posisi teratas. Negeri Paman Sam hanya menempati peringkat ke-107 dengan skor 60,0.

Posisi AS berada di bawah Kanada yang memperoleh skor 66,8 dan Inggris dengan 65,8. AS bahkan berada di bawah India yang mendapatkan skor 60,6.

AS sebenarnya masih memperoleh penilaian kuat dalam aspek pendidikan, peluang bisnis, dan kewirausahaan. Namun, tingginya biaya hidup menekan penilaian negara tersebut pada aspek kesehatan, kelayakan hidup, keamanan, dan stabilitas.

Meski berada di posisi relatif rendah dalam pemeringkatan ini, AS masih menjadi tujuan banyak pendatang. Lebih dari 1,3 juta imigran baru tercatat datang dari luar negeri pada 2025.

Negara dengan Peringkat Terendah

Di sisi lain, negara-negara Afrika mendominasi kelompok terbawah. Sebanyak 13 dari 20 negara dengan peringkat terendah berasal dari benua tersebut.

Afghanistan mendapatkan skor paling rendah, yakni 39,5. Yemen berada satu tingkat di atasnya dengan skor 41,4, sementara Sudan Selatan mencatat skor 42,3.

Sejumlah negara yang berada di posisi terbawah menghadapi persoalan mulai dari ketidakstabilan politik, lemahnya institusi negara, hingga masalah keamanan dan kesehatan. Lemahnya perlindungan hak milik serta rendahnya skor keamanan, kesehatan, dan stabilitas menjadi beberapa faktor yang membebani negara-negara di kelompok terbawah.

Berikut 20 negara dengan skor terendah dalam daftar tersebut:

192. Afghanistan - 39,5
191. Yemen - 41,4
190. Sudan Selatan - 42,3
189. Niger - 42,4
188. Chad - 42,8
187. Republik Afrika Tengah - 43,9
186. Somalia - 44,2
185. Korea Utara - 44,4
184. Mali - 44,8
183. Suriah - 45,0
182. Republik Demokratik Kongo - 45,1
181. Eritrea - 45,8
180. Burkina Faso - 46,6
179. Haiti - 47,3
178. Papua Nugini - 47,5
177. Burundi - 47,6
176. Mauritania - 47,8
175. Myanmar - 47,9
174. Ethiopia - 48,2
173. Angola - 48,4

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |