Dua warga negara Indonesia (WNI) kembali diculik tentara Israel saat menjalankan misi Global Sumud Flotilla 2026. Mereka adalah relawan Dompet Dhuafa yakni Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu yang menggunakan kapal Zapyro.
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy mengatakan mereka menyaksikan langsung Herman dan Ronggo diintersep tentara Israel. Mereka melihat tayangan lewat live streaming dari akun resmi Global Sumud Flotilla.
"Dan kita melihat langsung kapal Zapyro yang ditumpangi oleh Mas Herman Budianto Sudarsono relawan delegasi Indonesia dari GPCI dan Mas Ronggo Wirasano. Tadi kita lihat kapalnya sudah diintersep oleh Zionis," kata Harfin dalam jumpa pers di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).
Harfin menyebut, sampai saat ini sudah ada tujuh WNI yang diculik tentara Israel. Adapun lima lainnya yakni aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal Bolarize. Lalu di kapal lain, Ozgurluk, ada tiga WNI di antaranya jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.
"Itu berarti hingga malam ini sudah ada tujuh WNI yang diculik oleh Zionis," jelas Harfin.
Sebelumnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi 2 WNI kembali ditangkap tentara Israel. Kini, total 7 WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla ditahan Israel.
"Berdasarkan informasi terkini (19.50 WIB), jumlah WNI yang ditangkap Israel telah bertambah," kata juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Vahd menyebutkan ada 9 WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza tersebut. Sebanyak 7 di antaranya ditahan Israel dan 2 lainnya berada di dalam kapal Kasr 1 Sadabat.
"Dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, kini sebanyak 7 WNI dilaporkan telah ditangkap. Sementara itu, 2 WNI lainnya diketahui masih berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat," ujarnya.
Herman dan Ronggo Sempat Dikejar Sekoci Tentara Israel
Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Herman Budiyanto menceritakan suasana mencekam saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2026. Dia melihat bagaimana kapal perang Zionis Israel mengejar kapal-kapal relawan agar tidak mencapai Gaza, Palestina.
Herman menceritakan ini kepada wartawan via video conference, Senin (18/5/2026) tepat saat dirinya dan rekannya masih berlayar di Laut Mediterania. Dia mengatakan, sempat melihat sejumlah drone yang memantau rombongan semalam sebelum kabar intersep kapal-kapal relawan.
"Kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati mengejar kapal-kapal kita," kata Herman via video conference, Senin (18/5/2026).
Herman berlayar menggunakn Kapal Zapyro bersama rekannya Ronggo Wirasanu. Beruntung, kapal yang ditumpanginya berhasil lolos dari kejaran tentara Zionis Israel.
"Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi dan tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," jelas dia.
Herman mengatakan, upaya meloloskan diri dari kejaran tentara Israel dengan cara melarikan sambil menyebar ke berbagai sisi. Kemudian mereka akan kembali berkumpul di salah satu titik yang sudah dijanjikan.
"Kita juga tidak kelihatan kapal-kapal. Iya, karena memang tadi kita menghindar melebar, dari kapal-kapal yang lain memang strateginya menyebar semuanya, meluas dan nanti kita akan kembali pada titik yang akan kita tuju," ujarnya.
"Jadi kalau kita tadi sampaikan arah Gaza adalah lurus, kita menuju ke kanan. Gitu kondisi yang sedang kami alami," imbuh dia.
(tsy/eva)


















































