13 Skandal Paling Mencengangkan di Kerajaan Inggris: Ada Kasus Epstein

3 hours ago 4

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

21 February 2026 14:15

Jakarta, CNBC Indonesia  Kontroversi hubungan Pangeran Andrew dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein menjadi salah satu krisis terbesar yang pernah dihadapi monarki modern Inggris.

Wawancaranya di BBC yang dianggap gagal, pencabutan gelar militer, hingga hilangnya berbagai jabatan kehormatan membuat citra kerajaan kembali dipertanyakan.

Namun sebenarnya, skandal bukan hal baru bagi keluarga Kerajaan Inggris.

Selama lebih dari satu abad, Dinasti Windsor telah melewati berbagai krisis: pengunduran diri raja, perselingkuhan, perceraian publik, rekaman telepon bocor, hingga wawancara kontroversial.

Berikut 13 skandal besar yang pernah mengguncang monarki Inggris:

1. Pengunduran Diri Raja Edward VIII (1936)

Raja Edward VIII turun takhta demi menikahi Wallis Simpson, perempuan asal Amerika yang sudah dua kali bercerai. Karena aturan Gereja Inggris saat itu melarang raja menikahi wanita yang mantan suaminya masih hidup, Edward memilih cinta daripada takhta. Keputusan ini memicu krisis konstitusi dan mengubah garis suksesi kerajaan. Adiknya naik takhta sebagai Raja George VI, yang kemudian menjadi ayah dari Ratu Elizabeth II.

2. Cinta Terlarang Putri Margaret (1950-an)

Putri Margaret jatuh cinta pada Peter Townsend, pria yang sudah bercerai. Karena aturan gereja dan tekanan politik, hubungan itu tidak direstui. Akhirnya Margaret memilih mengorbankan cintanya demi tugas kerajaan. Kisah ini menjadi simbol konflik antara cinta dan kewajiban.

3. Percobaan Penculikan Putri Anne (1974)

Putri Anne nyaris diculik di London oleh seorang pria bersenjata. Ia dengan tegas menolak ikut dengan penculik tersebut. Insiden ini mengejutkan publik dan membuat sistem keamanan kerajaan diperketat.

4. Tahun Penuh Bencana (1992)

Ratu Elizabeth II menyebut tahun 1992 sebagai "annus horribilis" (tahun yang mengerikan). Tiga dari empat anaknya mengalami keretakan rumah tangga, dan Kastil Windsor terbakar hebat. Publik juga mulai mempertanyakan biaya perbaikan yang dianggap membebani negara.

5. Skandal "Squidgygate" (1992)

Rekaman percakapan pribadi Putri Diana dengan seorang teman pria bocor ke media. Publik mengetahui kehidupan pribadi Diana secara detail, memperlihatkan betapa invasifnya media terhadap keluarga kerajaan.

6. Skandal "Tampongate" (1993)

Percakapan telepon intim antara Pangeran Charles dan Camilla bocor ke publik. Isi pembicaraan yang dianggap tidak pantas memicu gelombang kritik besar terhadap Charles, yang saat itu masih menikah dengan Diana.

7. Perceraian Charles dan Diana (1992-1996)

Rumor perselingkuhan berujung pada perpisahan resmi dan akhirnya perceraian. Diana tampil dalam wawancara terkenal dan menyebut, "Ada tiga orang dalam pernikahan ini," merujuk pada hubungan Charles dan Camilla. Popularitas Diana melonjak, sementara citra Charles menurun.

8. Wawancara Panorama Putri Diana (1995)

Dalam wawancara BBC yang ditonton jutaan orang, Diana berbicara terbuka tentang masalah rumah tangga dan kesehatannya. Bertahun-tahun kemudian terungkap bahwa jurnalis menggunakan cara tidak etis untuk mendapatkan wawancara tersebut. Putra-putranya, William dan Harry, mengecam tindakan itu.

9. Foto Kontroversial Sarah Ferguson (1992)

Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew, tertangkap kamera sedang berlibur dalam pose yang dianggap tidak pantas. Foto tersebut tersebar luas dan mempermalukan kerajaan.

10. Kostum Nazi Pangeran Harry (2005)

Harry pernah menghadiri pesta kostum dengan mengenakan seragam Nazi. Hal tersebut memicu kemarahan publik dan organisasi Yahudi. Ia kemudian meminta maaf secara terbuka.

11. Mundurnya Harry dan Meghan (2020)

Harry dan Meghan mengumumkan mundur dari tugas resmi kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat. Langkah ini, yang dijuluki "Megxit," memicu ketegangan internal dan perdebatan publik tentang rasisme, tekanan media, dan kesehatan mental.

12. Buku Memoar Harry "Spare" (2023)

Dalam bukunya, Harry membongkar berbagai konflik keluarga, termasuk pertengkaran fisik dengan Pangeran William. Buku ini laris terjual tetapi memperdalam keretakan hubungan dalam keluarga kerajaan.

13. Pangeran Andrew dan Jeffrey Epstein (2019-sekarang)

Hubungan Andrew dengan Jeffrey Epstein memicu krisis besar. Ia dituduh terlibat dalam kasus pelecehan, tuduhan yang dibantahnya.

Setelah wawancara kontroversial di BBC, ia mundur dari tugas kerajaan dan kehilangan gelar kehormatan.

Pada 2022, ia menyelesaikan gugatan secara damai tanpa mengakui kesalahan. Tekanan agar ia memberi keterangan dalam kasus terkait Epstein sampai sekarang masih terus muncul.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |