Zulhas Soroti Sekolah Elite Dapat MBG, Minta BGN Benahi dalam 1 Bulan

1 week ago 7

Jakarta -

Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang melakukan penataan dan pembenahan program makan bergizi gratis (MBG). Salah satu yang menjadi atensi Zulhas yakni soal penerima manfaat MBG.

Zulhas mengungkap banyak sekolah elite yang tidak memerlukan tapi dapat MBG. Namun sebaliknya, kata dia, masih ada sekolah yang memerlukan program itu tapi belum tersentuh, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam rangka perbaikan, kita perlu apa, refocusing agar penerima manfaat ini tepat. Misalnya, sekolah-sekolah yang bagus ini akan dilakukan langsung 1 bulan ini. Sekolah-sekolah yang elite, ya, memang enggak memerlukan makan bergizi," kata Zulhas usai rapat koordinasi di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

"Yang memerlukan belum dapat, tapi yang enggak perlu dapat. Nah, ini akan ditata lebih lanjut karena kita akan fokus kepada yang terlambat ini sangat terlambat 3T," lanjutnya.

Zulhas juga meminta pembenahan kualitas dapur yang berkaitan dengan kebersihan. Zulhas menegaskan tidak boleh lagi ada kasus keracunan.

"Karena kita tidak ada zero tolerance terhadap keamanan pangan ini. Walaupun satu, enggak boleh lagi ada yang keracunan, gitu ya. Oleh karena itu, akan fokus ke sini dalam dalam bulan ini. Iya, sebulan nanti kita lihat lagi, ya," ujarnya.

Sebelumnya, Zulhas mengungkap data belasan ribu dapur yang membengkak terkait dengan adanya dugaan kasus jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pembengkakan ini dalam konteks tidak sesuai dengan jumlah rencana awal.

Angka itu gabungan dari dapur MBG baik yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan luar wilayah 3T. Di luar wilayah 3T, diproyeksikan awal ada 21 ribu di seluruh namun data terbaru terdapat 27.877 titik.

"Misalnya, terjadi jual beli titik, ya. Yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000 tapi sekarang sudah ada 27.877 ribu titik, ya. Nah, ada membengkak 6.877 titik, ya. Laporan Ibu Nani tadi barusan," kata Zulhas usai Rapat Koordinasi, di Gedung Kemenko Pangan, Kamis (11/6/2026).

Lalu khusus di wilayah 3T, direncanakan ada 2 ribu titik, namun dalam temuannya terdapat 8.617 titik. Sebanyak 6.138 titik sudah memiliki SK.

"Nah, yang nomor dua Saudara-saudara, ini menjadi perhatian kita yang utama karena memang tertinggal, yaitu 3T. 3T itu didata ada 2.000 titik tapi kemudian membengkak menjadi 8.617 titik. Dan 6.138 titik itu sudah ada SK-nya dari BGN, 6.138," ujarnya.

Simak juga Video 'Kemenkes Dorong Tambahan Ahli Gizi pada Program MBG untuk Daerah 3T':

(eva/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |