Yang Tersisa dari Horor Banjir Terjang Babakan Madang Bogor

3 hours ago 4
Bogor -

Banjir menerjang dua desa di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor membuat mobil pun ikut hanyut. Banjir ini pun menyisakan lumpur yang menumpuk.

Dirangkum detikcom, banjir terjadi pada Rabu (11/2/2026). Banjir terjadi saat kawasan Bogor diguyur hujan deras, membawa material batu dan lumpur.

Limpasan air banjir di jalan raya membuat mobil hanyut seakan-akan seperti speedboat di sungai. Arus banjir mengalir deras hingga menyapu mobil tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah rumah dikabarkan terdampak.

Banjir dengan arus deras menerjang Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Banjir tersebut menyapu satu unit mobil.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/2) sore kemarin. Banjir datang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Momen tersebut terekam video amatir. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat banjir mengalir deras di jalanan.

Banjir dengan aliran air deras tumpah ruah ke jalan dan menyapu mobil. Rekaman video amatir kemudian menangkap gambar saat satu unit mobil SUV tersapu banjir.

Mobil tersebut terlihat sudah rusak di bagian kaca belakang. Sedangkan lampu hazard terlihat menyala saat mobil tersebut tersapu banjir.

"Tuh mobil teu (tak) bisa balik, palid (hanyut)," kata seorang warga dalam video yang dilihat detikcom, Kamis (12/2).

Banjir juga terjadi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang. Puluhan rumah terdampak akibat banjir tersebut.

"Di RT 01 RW 01, korban terdampak 21 unit rumah, tidak ada kerusakan bangunan, hanya terdampak banjir," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Kamis (12/2).

Karena Air Meluap

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkap penyebab banjir tersebut. Banjir terjadi karena air meluap.

"Cijayanti sendiri itu setiap hujan deras air meluap lalu masuk ke jalan. Maka beberapa alat berat milik Dinas PUPR, sudah kita geser ke waduk atau situ," kata Rudy kepada wartawan, Jumat (13/2).

Dia mengatakan pihaknya berupaya melakukan penanganan awal untuk mencegah banjir terulang lagi. Dia menyebut normalisasi sungai dan situ akan dilakukan.

"Walaupun kewenangan ada di BBWS, tapi karena menyangkut keselamatan orang banyak, maka kami Pemkab Bogor mengambil alih apa yang bisa kami lakukan terlebih dahulu," ucapnya.

Dia mengatakan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Bogor. Dia mengatakan drainase yang tersumbat juga akan diperbaiki.

"Sehingga kita lakukan normalisasi beberapa sungai dan situ, sehingga pada saat beberapa hari ke depan intensitas hujan masih tinggi, meminimalisir terjadinya banjir kembali. Termasuk drainase membuka drainase yang tertutup dan tersumbat, tidak hanya di Babakan Madang," tuturnya.

Cerita Warga

Rasa khawatir akan datangnya kejadian serupa tak bisa hilang begitu saja. Rudi (53), warga Desa Cijayanti, adalah salah satunya. Apabila hujan deras kembali melanda kawasan tersebut, rasa khawatir langsung menyelimutinya.

"Waswas, jadi nggak tenang kalau hujan deras, barang elektronik rusak, kulkas, TV (televisi), dispenser. Untung motor bisa diselamatkan," kata dia, Jumat (13/2).

Dia menceritakan bagaimana banjir yang terjadi dua hari lalu itu. Menurutnya, ketinggian air meningkat dengan cepat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Kira-kira air di rumahnya mencapai 1,2 meter.

"Saya langsung masuk ke dalam, semua pada rusak, pada jebol ubin, Sanyo (mesin pompa air) mati," tuturnya.

Saat kejadian, dia sedang berada di rumah bersama anak-anaknya. Tak pakai lama, dia langsung membereskan rumah dan mengeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

Banjir tak berlangsung lama. Menurutnya, air sudah surut selepas Magrib. Dia memilih tetap tinggal di rumahnya meski alas untuk tidurnya basah. "Nggak pakai alas, di ubin doang (tidurnya)," jelasnya.

Senada, warga lainnya bernama Suryati merasa ketar-ketir alias khawatir ketika hujan deras melanda. Dia tinggal di sana sejak 7 tahun silam.

"Asal hujan satu jam saja kita mulai ketar-ketir, udah keluar masuk, keluar masuk, melihat posisi air udah masuk apa belum," bebernya.

Banjir Sisakan Lumpur

Banjir pun telah surut. Namun, sisa lumpur yang terbawa aliran air masih ada di beberapa titik.

Pantauan detikcom di salah satu desa, yakni Desa Cijayanti, Bogor, Jumat (13/2/2026), sejumlah warga tampak membersihkan sekitar rumahnya dari sisa-sisa lumpur. Mereka menggunakan peralatan sederhana.

Sejumlah bangunan rumah warga yang rusak akibat banjir ada yang belum diperbaiki. Bantuan dari berbagai instansi telah hadir sejak kemarin. Bantuan itu berupa paket makanan, air bersih, hingga pemeriksaan kesehatan.

Warga yang terdampak juga masih menempati rumahnya. Sementara itu, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka atas kejadian tersebut.

(rdp/rdp)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |