Waspadai Serangan Jantung Usia Muda Gara-Gara Begadang-Stres-Merokok!

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Begadang demi deadline, stres berkepanjangan, hingga kebiasaan merokok kerap dianggap wajar di usia muda. Karena merasa masih fit, banyak orang tidak menyadari kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko serangan jantung, yang ternyata tidak hanya mengintai usia lanjut.

Dokter spesialis jantung dari Mayapada Hospital Tangerang, dr. Aron Husink, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, FSCAI, mengatakan anak muda kerap terjebak dalam toxic productivity yang diam-diam menggerus kesehatan jantung. Kondisi itu berkaitan dengan penyakit jantung koroner, yakni penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak.

"Risiko semakin tinggi bila disertai hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga," ujar dr. Aron dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).

Tiga Kebiasaan Berbahaya yang Sering Dinormalisasi
Sering begadang bukan sekadar soal kantuk. Menurut dr. Aron, kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon stres, tekanan darah, gula darah, dan metabolisme lemak, sehingga beban pada jantung dan pembuluh darah semakin besar.

Stres yang tidak dikelola pun punya dampak serupa. Tubuh yang terus berada dalam mode waspada memaksa detak jantung dan tekanan darah meningkat, membuat jantung bekerja jauh lebih keras dari seharusnya. Kebiasaan merokok memperparah kondisi itu.

"Zat di dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan pembekuan darah, dan mempercepat terbentuknya plak. Pada orang muda yang tampak sehat sekalipun, merokok membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami gangguan," ungkap dr. Aron.

Gejala yang Sering Disepelekan
Tubuh sejatinya memberikan sinyal peringatan, namun sering diabaikan. dr. Aron meminta anak muda mewaspadai nyeri dada seperti ditekan, tertindih, atau terasa panas yang menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang, maupun ulu hati. Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, tubuh sangat lemas, dan jantung berdebar tidak biasa.

"Gejala-gejala itu sering disalahartikan sebagai masuk angin, asam lambung, kelelahan, atau efek stres, sehingga anak muda tidak langsung memeriksakan diri," terangnya.

Pencegahan Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Kabar baiknya, risiko serangan jantung di usia muda dapat dicegah. dr. Aron menyarankan langkah bertahap: berhenti merokok, tidur cukup, mengelola stres, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga.

"Tidak harus langsung olahraga berat. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki, naik tangga, atau bersepeda ringan pun sudah membantu menjaga kesehatan jantung," ujarnya.

Pemeriksaan rutin juga sangat dianjurkan sebagai deteksi dini, mencakup elektrokardiogram, pemeriksaan darah, ekokardiografi, treadmill test, CT scan jantung, hingga pemeriksaan lanjutan lainnya.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |