Waspada Letusan Krakatau Lebih Besar, Ini Penjelasan Pakar Geologi

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperingatkan adanya potensi terjadinya erupsi yang lebih besar seiring dengan kekhawatiran terhadap aktivitas Gunung Krakatau dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa potensi kekhawatiran aktivitas gunung api tersebut ditandai oleh erupsi yang berulang dan berlangsung secara terus-menerus. Kondisi tersebut menunjukkan adanya suplai magma dan gas dalam tubuh gunung yang masih berlangsung.

"Namun, erupsi yang sering tidak otomatis... otomatis ini berarti memang akan terjadi erupsi yang lebih besar," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (6/9/2026).

Ia menekankan, Badan Geologi akan terus mengevaluasi perkembangan aktivitas berdasarkan seluruh data pemantauan, bukan hanya berdasarkan jumlah atau tinggi kolom erupsi.

Lana menjelaskan lebih jauh, bahaya yang perlu diwaspadai saat ini adalah lontaran material pijar, batuan vulkanik, abu vulkanik, gas vulkanik berkonsentrasi tinggi, serta kemungkinan aliran material erupsi di sekitar kawah dan tubuh Gunung Anak Krakatau.

Sebab, lontaran material ini dapat merusak peralatan yang berada dekat dengan pusat aktivitas dan membahayakan siapa pun yang masuk ke zona terlarang.

"Aktivitas berpotensi berfluktuasi dan meningkat ini karena gempa frekuensi rendah dan juga hibrid, harmonik serta tremor masih terekam. Sehingga jenis kegempaan tersebut menunjukkan pergerakan atau pelepasan fluida vulkanik dalam sistem gunung api," jelasnya.

Meskipun demikian, terkait waktu, besar, dan bentuk erupsi berikutnya tidak dapat dipastikan secara tepat. "Karena itu, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan perubahan seluruh parameter pemantauan," imbuhnya.

Lana memaparkan, arah sebaran abu yang ditimbulkan Gunung Anak Krakatau ini sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Dengan demikian, arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini.

"Jadi tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, dan jumlah material yang dikeluarkan itu sangat memengaruhi arah sebaran abu tersebut," ucapnya.

Ia menambahkan, potensi dampak yang lebih luas ini akan meningkat apabila kolom erupsi menjadi lebih tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu ke jalur penerbangan dan wilayah berpenduduk.

"Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi karena sebaran abu tidak dapat diproyeksikan berdasarkan satu kejadian erupsi," tutupnya.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |