Viral PKL 'Hanya Geser' saat Ada Penertiban Trotoar Salemba

1 week ago 18
Jakarta -

Video sejumlah pedagang kaki lima (PKL) hanya bergeser saat penertiban trotoar Salemba, Jakarta Pusat (Jakpus) ramai beredar. PKL tersebut hanya pindah ke bagian trotoar yang tak dijaga Satpol PP.

Situasi tersebut direkam warga dari jembatan penyeberangan orang (JPO) halte Transjakarta (TransJ) Salemba. Perekam video menunjukkan perbedaan kondisi trotoar Salemba saat petugas Satpol PP menertibkan PKL.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/6) di Salemba, Kecamatan Senen, Jakpus. Dalam video yang beredar, tampak ada mobil dan petugas Satpol PP yang bersiaga di bawah JPO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, situasi berbeda terlihat dalam jarak yang tak terlalu jauh. Pada ruas trotoar yang sama, terlihat pedagang 'hanya bergeser' ketika Satpol PP bersiaga di bawah JPO Salemba.

Satpol PP DKI Jakarta memberi penjelasan terkait video viral tersebut. Satpol PP menyatakan mendahulukan pendekatan persuasif dalam menertibkan PKL.

"Di lokasi, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dengan memberikan imbauan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban di ruang publik," demikian keterangan Satpol PP DKI di akun Instagram @satpolpp.dki, Jumat (12/6/2026).

Video sejumlah PKL hanya bergeser ke bagian trotoar yang tak dijaga Satpol PP saat penertiban trotoar Salemba, Jakpus ramai beredar. Ini kata Satpol PP. (dok Satpol PP/Istimewa)Satpol PP menyatakan mendahulukan pendekatan persuasif dalam menertibkan PKL. (dok Satpol PP/Istimewa)

Pengendalian ketertiban umum dilakukan Satpol PP Kecamatan Senen setelah menerima menerima informasi soal kondisi kawasan Jalan Salemba. Satpol PP mengatakan penertiban tetap harus menjaga sikap saling menghormati.

"Sering kali, ketertiban dimulai dari komunikasi yang baik, saling mengingatkan, dan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menghormati hak pengguna ruang publik lainnya," katanya.

Satpol PP mengajak masyarakat untuk melapor lewat kanal-kanal yang disediakan Pemprov DKI Jakarta bila menemukan gangguan ketertiban atau pelanggaran di ruang publik.

"Karena setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian, dan setiap ruang publik yang tertib akan memberikan kenyamanan bagi lebih banyak orang," imbuhnya.

Simak juga Video Pramono Soroti Trotoar di Jakarta: Tidak untuk Parkir-Jualan

(jbr/mei)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |