Video: Kurangi "Candu" Impor Minyak, DPR Dorong Percepat Investasi EBT

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah rencana kesepakatan damai Iran dengan Amerika Serikat, Harga energi dunia disebut Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto masih dibayangi dengan ketidakpastian.

Dimana risiko gejolak Harga energi dunia tidak lepas dari kondisi anjloknya produksi minyak negara OPEC di Timur Tengah hingga 8 juta barel per hari imbas perang AS-Iran. Selain itu juga masih diwaspadai adalah kondisi cadangan minyak aktual di setiap negara, dimana khusus Indonesia, cadangan geologis minyak mentah hanya sebesar 2,4 miliar barel.

Bagi Indonesia, gejolak Harga minyak mentah dunia harus diperhatikan karena di 2026 asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 berada di kisaran USD 70 per barel dengan Rupiah di kisaran Rp 16.500 per Dolar AS.

Saat ICP sudah melonjak di atas USD 70 per barel dan Rupiah melemah menembus Rp 18.200 per Dolar AS harus diperhatikan karena akan berdampak pada lonjakan subsidi BBM, Listrik dan LPG yang akan membebani BUMN energi maupun APBN.

DPR RI mendorong upaya pemerintah meningkatkan produksi migas dalam negeri yang diikuti dengan percepatan transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) melalui insentif sector EBT.

Seperti apa Langkah DPR RI mewaspadai dampak gejolak Harga energi ke RI? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dan Commodity Expert CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dengan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 17/06/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |