ATM dan M-Banking Bisa Tutup Massal, Muncul Ancaman Petaka Incar Bank

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini memunculkan kekhawatiran baru di sektor keuangan global.

Sejumlah negara dan regulator perbankan mulai bersiap menghadapi potensi gangguan besar terhadap layanan perbankan, termasuk kemungkinan penghentian sementara layanan ATM dan mobile banking (M-Banking), akibat ancaman serangan siber yang diperkuat AI generasi terbaru.

Kekhawatiran tersebut mencuat setelah kemunculan model AI bernama Mythos dari Anthropic. Setelah Hong Kong, kini Jepang juga mengeluarkan peringatan khusus yang menyasar industri perbankan.

Ketua lobi perbankan Jepang mengatakan bahwa lembaga pemberi pinjaman di Jepang mungkin terpaksa memberhentikan sementara layanan seperti ATM dan mobile banking, jika model AI canggih akhirnya menimbulkan ancaman serius bagi sistem perbankan.

Sistem AI mutakhir, seperti Mythos dari Anthropic, dapat dengan cepat mengidentifikasi kerentanan dalam sistem software. Hal ini memicu kekhawatiran besar tentang potensi terjadinya serangkaian serangan siber.

"Ada kekhawatiran tentang peningkatan serangan siber canggih yang melampaui apa yang telah diantisipasi," kata Ketua Asosiasi Perbankan Jepang dan presiden Mizuho Bank Masahiko Kato dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Sabtu (20/6/2026).

"Layanan tertentu seperti ATM dapat ditangguhkan secara proaktif untuk melindungi aset pelanggan," katanya.

Anthropic memperingatkan dalam peluncuran Mythos pada April lalu, bahwa produk tersebut telah mengungkap ribuan kerentanan software, termasuk kelemahan di setiap sistem operasi dan peramban utama. Antrhopic juga mengatakan dampak dari penyebarannya bisa sangat parah.

Bank telah memperketat pemeriksaan pada tool AI semacam itu dan pemerintah AS pekan lalu memerintahkan Anthropic untuk menangguhkan akses ke model AI mutakhirnya untuk warga negara asing dengan alasan keamanan nasional.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |