Amalia Zahira, CNBC Indonesia
09 May 2026 19:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya punya ambisi baru untuk membuat Amerika menjadi saingan Bank Dunia.
Lewat lembaga bernama DFC (Development Finance Corporation), pemerintahan Trump kini mencoba membangun mesin finansial raksasa untuk mendanai proyek-proyek strategis Amerika di seluruh dunia.
Masalahnya, ambisinya terasa jauh lebih besar dibanding kapasitas yang dimiliki. DFC ingin digunakan sebagai World Bank, hedge fund Wall Street, perusahaan asuransi perang, sekaligus alat geopolitik anti-China. Padahal jumlah pegawainya bahkan hanya setara start up-tidak sampai 1.000 orang.
Dulu Bantu Negara Miskin, Sekarang Jadi Senjata Lawan China
Awalnya DFC dibentuk pada era pertama Trump untuk memberi pinjaman dan asuransi investasi untuk proyek di negara berkembang. Bedanya dengan lembaga bantuan biasa, proyek yang dibiayai tetap harus menghasilkan keuntungan-bukan murni amal.
Namun kini arah DFC berubah total. Pemerintahan Trump tidak lagi terlalu peduli pada isu klasik pembangunan seperti pengentasan kemiskinan atau perubahan iklim. Fokus utamanya sekarang adalah cara mengurangi dominasi China dan membuat Amerika memimpin kembali. Karena itu, DFC mulai agresif menyusun rencana dan membiayai proyek-proyek strategis di berbagai negara.
Kepala investasi DFC, Conor Coleman, menegaskan lembaganya memang menargetkan ekspansi besar-besaran hingga mendekati batas plafon pembiayaan terbaru yang telah dinaikkan pemerintah AS.
Untuk mencapai target tersebut, DFC berencana melakukan sekitar 60-80 investasi setiap tahun dengan fokus pada sektor infrastruktur dan berbagai industri strategis, mulai dari energi fosil hingga farmasi.
Proyek yang ditargetkan juga saling terkoneksi. Hal ini dilakukan untuk mengontrol seluruh rantai pasok. Misalnya saja rel kereta di Angola dan Kongo, proyek ini dibiayai agar mineral Afrika bisa lebih cepat dikirim ke industri Amerika.
Mau Jadi Rival World Bank, Tapi Pegawainya Masih Mode Startup
Ambisi DFC sekarang memang tidak main-main. Kongres AS bahkan menaikkan batas total pinjamannya dari US$60 miliar menjadi US$205 miliar. Angka itu mulai mendekati total loan book World Bank yang sekitar US$285 miliar.
Masalahnya, DFC cuma punya sekitar 700 pegawai. Sebagai perbandingan, World Bank punya sekitar 21.000 staf. DFC makin dipertanyakan ketika mereka menyatakan akan masuk ke area yang bahkan bukan expertise mereka.
Contohnya proyek asuransi kapal di Selat Hormuz. DFC hendak ikut menjamin asuransi kapal tanker di kawasan perang meskipun mereka nyaris tidak punya pengalaman di industri perkapalan dan asuransi maritim.
Di samping mahalnya premi asuransi, masalah sesungguhnya di kawasan Teluk adalah rasa takut. Para pemilik dan kapten kapal enggan mempertaruhkan armadanya masuk ke jalur dengan risiko serangan dan ledakan akibat konflik yang terus memanas.
Meski berbagai skema investasi dari DFC terdengar canggih di atas kertas, tapi implementasinya jauh lebih kompleks. Tidak heran sampai sekarang banyak proyek DFC masih sebatas MoU dan konferensi pers saja. Beberapa kerja sama, seperti kerja sama dengan Uzbekistan, bahkan belum menghasilkan investasi nyata.
Bayang-Bayang Konflik Kepentingan di Balik Ambisi Global DFC
Di tengah ambisi besar menjadikan DFC sebagai mesin baru geopolitik Amerika, independensi lembaga ini mulai dipertanyakan.
Sorotan muncul setelah sejumlah perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan orang-orang dekat Trump mulai mendapatkan dukungan pemerintah di sektor-sektor strategis yang kini menjadi prioritas DFC, terutama mineral kritis dan teknologi industri.
Salah satu contoh yang ramai dibahas adalah keterlibatan venture fund yang terafiliasi dengan putra tertua Donald Trump-Donald Trump Jr. Anak presiden AS tersebut ikut terlibat dalam investasi perusahaan pembuat magnet rare-earth yang kemudian didukung oleh pemerintah AS melalui Departemen Perdagangan.
Meski seluruh pihak membantah adanya praktik tidak wajar, situasi tersebut memicu kekhawatiran soal potensi konflik kepentingan dalam ekspansi besar-besaran DFC.
-------------------------------------------------------------
(mae/mae)
Addsource on Google


















































