Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara menggerakkan penyaluran kredit bank-bank ke sektor riil dan prioritas.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan BI memiliki berbagai kebijakan yang pro pertumbuhan ekonomi atau pro-growth.
Kebijakan di antaranya berupa pemberian insentif untuk bank-bank yang mau menyalurkan kreditnya kepada sektor-sektor prioritas, seperti dalam bentuk penurunan giro wajib minimum (GWM).
"Kita (BI) berikan insentif sampai 5,5% dari GWM mereka. Jadi GWM itu kan sebenarnya 9% tapi bagi bank yang memberikan kredit kepada sektor-sektor prioritas, maka dia bisa mendapatkan keringanan GWM itu sampai 5,5%," kata Destry kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (24/6/2026).
Destry mengungkapkan gelontoran insentif itu kini sudah mencapai Rp420 triliun hingga Juni 2026. Artinya uang bank yang mestinya ditaruh di BI dalam bentuk GWM, dikembalikan lagi ke bank Rp 420 triliun.
"Tujuannya adalah supaya mendorong bank untuk mau melakukan kredit, menyalurkan kredit," ujarnya.
BI juga memberikan insentif dalam sistem pembayaran melalui keringanan untuk UMKM dalam bentuk potongan biaya layanan berupa merchant discount rate (MDR) yang ditiadakan.
"Sistem pembayaran juga kita memberikan keringanan untuk transaksi di bawah Rp500 ribu untuk yang UMKM, itu kita berikan merchantnya, itu MDR namanya, itu adalah 0%," ucapnya.
Termasuk juga kemudahan untuk transaksi pembayaran melalui digitalisasi dan sebagainya.
(arj/arj)
Addsource on Google


















































