Ternyata Ini Alasan Pilot Dilarang Menahan Kentut Saat Terbang

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada sejumlah aturan tak biasa yang disebut harus dipatuhi pilot pesawat demi keselamatan penerbangan. Mulai dari larangan makan menu yang sama dengan kopilot hingga anjuran untuk tidak menahan kentut saat terbang.

Hal itu diungkapkan pramugari asal Argentina, Barbara Bacilieri, yang dikenal dengan nama Barbie Bac di media sosial. Ia membagikan sejumlah fakta unik dunia penerbangan kepada hampir 5 juta pengikutnya.

Salah satu aturan aneh yang dia ungkap adalah pilot disebut tidak boleh menahan kentut selama penerbangan. Ia menjelaskan, di ketinggian sekitar 30 ribu kaki, tekanan udara lebih rendah sehingga volume gas dalam tubuh meningkat. Kondisi itu bisa menyebabkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu konsentrasi pilot di kokpit.

"Pilot harus fokus menjalankan tugasnya, bukan menahan sakit perut karena gas," ujarnya dikutip Yahoo, Selasa (19/5/2026).

Meski begitu, aturan soal kentut ini sebenarnya bukan kebijakan resmi penerbangan. Namun, sebuah studi gastroenterologi dari Denmark dan Inggris pada 2013 memang menyebut membuang gas dapat membantu kenyamanan dan kesehatan penumpang maupun kru pesawat.

Ternyata ada alasan medis dan keselamatan kenapa pilot memang dianjurkan untuk tidak menahan gas berlebihan saat terbang.

Di ketinggian, tekanan udara kabin lebih rendah dibanding di darat. Akibatnya, gas di dalam tubuh bisa mengembang. Karena perubahan tekanan ini, gas di usus bisa bertambah volumenya dan menyebabkan kembung, nyeri perut, atau rasa tidak nyaman. Dalam dunia penerbangan bahkan ada istilah "trapped gas" untuk kondisi gas yang terperangkap di tubuh akibat perubahan tekanan.

Bagi pilot, rasa sakit atau tekanan di perut bisa mengganggu konsentrasi, apalagi saat penerbangan panjang atau fase penting seperti takeoff dan landing.

Aturan lain yang diungkap Bacilieri adalah bahwa pilot dan kopilot dianjurkan memilih makanan berbeda sebelum atau saat penerbangan.

"Kapten dan kopilot memilih menu makanan berbeda. Satu memilih ayam dan yang lain memilih pasta," kata Bacilieri.

Ia bilang, aturan tersebut bertujuan mengurangi risiko kedua pilot mengalami keracunan makanan secara bersamaan. Jika hal itu terjadi, keselamatan penerbangan bisa terancam karena kedua pilot berpotensi tidak mampu mengendalikan pesawat.

Biasanya, kapten lebih dulu menentukan pilihan menu, sementara kopilot mengambil opsi lainnya. Awak kabin juga disebut harus memastikan menu makanan yang benar sudah tersedia sebelum penerbangan dimulai.

Namun, sejumlah pilot membantah aturan itu masih diterapkan ketat di semua maskapai.

Pilot Boeing Dreamliner, Charlie Page mengatakan, standar kebersihan katering maskapai kini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya, sehingga, beberapa maskapai mulai melonggarkan aturan tersebut. Menurutnya, pilot justru lebih berisiko mengalami gangguan pencernaan akibat makanan lokal yang dikonsumsi sebelum terbang.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |